EDISI 2214
—-
H.R. Bukhari dan Muslim
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى يَقُولَ: مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ وَلْيَنْتَهِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan akan mendatangi salah seorang di antara kalian dan berkata, ‘Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?’ Hingga ia bertanya, ‘Siapa yang menciptakan Rabbmu?’ Apabila setan telah sampai pada pertanyaan ini, mohonlah perlindungan kepada Allah, dan berhentilah.”
- Komunisme merupakan ideologi yang dilarang di Indonesia
- Ideologi komunisme lahir dari pemikiran seorang Yahudi yang akarnya berasal dari filsafat Yunani
- Ideologi komunisme merupakan dalang dari banyak pemberontakan dan revolusi yang menyebabkan banyak kerusakan dan pertumpahan darah
- Salah satu ajaran komunisme adalah tidak mempercayai keberadaan Tuhan
Komunisme merupakan ideologi yang dilarang di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila. Larangan ini tertuang dalam Ketetapan MPR Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966. Pada awal sejarah negeri ini ketika di awal-awal masa kemerdekaan, ideologi komunisme sempat eksis. Ada partai yang menjadikan dasar gerakannya adalah komunisme, yaitu PKI (Partai Komunisme Indonesia), bahkan arah kebijakan politik sempat menggunakan komunisme dalam kebijakan NASAKOM (Nasionalis-Agama-Komunis). Sejarah perjalanan komunisme yang diiringi dengan kerusakan dan pertumpahan darah baik di luar negeri maupun di Indonesia secara khusus membuat ideologi ini akhirnya menjadi terlarang di negeri kita. Tidak hanya terlarang karena bertentangan dengan Pancasila, lebih lagi, ideologi komunisme sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Konsep menolak agama dan tidak percaya pada Tuhan tidak sejalan dengan konsep penghambaan terhadap Allah Ta’ala yang menjadi ruh dalam agama kita. Padahal tujuan diciptakannya kita oleh Allah Ta’ala adalah untuk menunaikan ‘Ubudiyyah semata hanya untuk-Nya, sebagaimana firman-Nya,
وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (Q.S. Adz-Dzariyat : 56)
Konsep dasar ideologi komunisme adalah ingin mewujudkan kesetaraan dan membebaskan manusia dari belenggu dan candu agama. Konsep yang sangat bertolak belakang dengan Islam yang ingin menjadikan pemeluknya senantiasa dekat dengan agama, karena itu adalah tujuan hidup dan jalan kebahagiaannya.
Sekilas Kemunculan Komunisme
Benih awal munculnya komunisme menurut para pakar sejarah adalah berasal dari seorang Yahudi berkebangsaan Jerman bernama Karl Marx (1818-1883 M). Dia cucu seorang Yahudi terkenal bernama Murkoy Marx. Karl Marx sendiri memiliki karakter pendendam, egois, dan materialistis. Karyanya yang terkenal adalah Manifesto Komunis (1848) dan Das Kapital (1867). Di dalam buku Manifesto Komunis tersebut, ia menulis bahwa agama adalah candu yang diciptakan oleh manusia itu sendiri untuk menyalurkan keluh kesah dari tekanan hidup. Akan tetapi, jika kita telusur sejarah lebih jauh lagi, ternyata pemikiran komunis sosialis ini telah dicetuskan sebelumnya oleh Plato (427-347 SM); dia berkata di dalam bukunya yang berjudul Republik: “Undang-undang wajib mengandung perserikatan wanita dan anak-anak, tidak ada seorang pun yang berhak membuat keluarga yang tersendiri, sebagaimana tidak ada yang berhak mendidik anak-anak, karena seluruhnya adalah milik negara.
Negaralah yang memonopoli pertumbuhan generasi yang baik, sebagaimana yang mengatur dilahirkannya bibit-bibit unggul” (Lihat: Naqd Ushul Asy-Syuyu‘iyyah karya Syaikh Shalih Al-Luhaidan hal. 18). Maka jelaslah bahwa paham komunisme adalah buah filsafat Yunani yang jika diterapkan dapat menghancurkan agama dan peradaban manusia. Jika pernikahan dihilangkan dan tidak ada yang namanya “keluarga”, dan orang tua tidak berhak atas anak-anak mereka, maka artinya peradaban manusia menuju kepada kehancuran.
Sekilas Perjalanan Komunisme di Dunia Hingga Indonesia
Gagasan pemikiran Karl Marx dijadikan inspirasi oleh Lenin untuk menggerakkan Revolusi Bolshevik untuk menggulingkan Dinasti Kristen Ortodoks Tsar yang menguasai Rusia, sehingga berdirilah negara komunis pertama di dunia yaitu Uni Soviet (1922-1991). Dalam perjalanannya, mereka sering menyingkirkan dan menghabisi orang-orang yang menentang atau berseberangan dengan mereka. Puncaknya adalah pembersihan oposisi secara besar-besaran, tuduhan kudeta, anti-soviet, yang menjerumuskan banyak orang ke kamp konsentrasi Gulag. Total korban tercatat semua hampir mencapai 66 juta orang tewas, jumlah yang sangat banyak di atas korban pembunuhan Hitler Nazi Jerman yang hanya berkisar 9-11 juta orang, namun tidak banyak orang yang tahu dan media luput dalam pemberitaan ini.
Selain Rusia, tercatat Komunisme mendalangi kudeta di hampir 75 negara dari tahun 1918 hingga 1987, termasuk di antaranya Indonesia. PKI mendalangi kudeta tahun 1926 di Jawa dan Sumatera terhadap Kolonial Belanda, tahun 1948 di Madiun, dan puncaknya adalah G30S/PKI tahun 1965 yang membunuh beberapa petinggi TNI-ABRI. Korban PKI juga banyak, termasuk rakyat sipil, ulama, hingga para santrinya (Ensiklopedi Ghazwul Fikri, karya Ust. Ali Ahmad bin Umar hal. 688-702).
Memisahkan Agama dan Mengingkari Tuhan
Komunisme tidak percaya kepada Tuhan, tidak beriman pada Allah. Mereka bahkan mencela Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta mengatakan agama adalah candu masyarakat. Semua itu menurut mereka hanyalah mitos dan khayalan layaknya buatan manusia. Hal ini tentu lebih parah daripada kafir Quraisy yang mereka masih percaya pada Allah, tapi mereka memalingkan ibadah kepada selain Allah Ta’ala. Allah berfirman,
قُل لِّمَنِ ٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهَآ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ٨٤ سَيَقُولُونَ لِلَّهِۚ قُلۡ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ٨٥ قُلۡ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ ٱلسَّبۡعِ وَرَبُّ ٱلۡعَرۡشِ ٱلۡعَظِيمِ٨٦ سَيَقُولُونَ لِلَّهِۚ قُلۡ أَفَلَا تَتَّقُونَ٨٧ قُلۡ مَنۢ بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيۡءٖ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيۡهِ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ٨٨ سَيَقُولُونَ لِلَّهِۚ قُلۡ فَأَنَّىٰ تُسۡحَرُونَ ٨٩
“Katakanlah: ‘Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kalian tidak ingat?’ Katakanlah: ‘Siapakah Rabb (Pemilik) langit yang tujuh dan Rabbnya ‘Arsy—yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka mengapa kalian tidak bertaqwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kalian ditipu?’” (Q.S. Al-Mu’minun : 84-89)
Para penganut komunisme lebih parah daripada kaum kuffar dan mereka menjadikan hawa nafsu mereka sebagai Tuhan mereka. Allah Ta’ala berfirman,
أَفَرَءَيۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلۡمٖ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمۡعِهِۦ وَقَلۡبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةٗ فَمَن يَهۡدِيهِ مِنۢ بَعۡدِ ٱللَّهِۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Jatsiyah : 23)
Jika kita melihat sejarah, kita akan tahu bagaimana PKI melecehkan Allah dengan membuat drama “Matinya Tuhan/Allah” pada masa kejayaan mereka tahun 1948-1965.
Kekeliruan Komunisme Lainnya
Penyimpangan paham komunisme lainnya adalah tidak mengakui harta kepemilikan pribadi, semua adalah milik negara dan kepentingan petinggi partai komunis. Komunisme melanggar kehormatan manusia, dengan memaksa mereka untuk menjadi sesuai penempatan negara dan menghilangkan kuasa suami atas istrinya. Istri punya kontrol penuh terhadap dirinya. Komunisme juga menghilangkan pengakuan atas ikatan pernikahan yang itu menjadi dasar membangun keluarga. Padahal Islam dan Negara Indonesia mengakui semua hak tersebut. Sehingga jika komunisme masuk ke dalam negara Islam, perlahan-lahan akan menggerus semua hak-hak yang dimiliki manusia secara fitrahnya.
Benih-benih Komunisme (Bahaya Laten Komunisme dan Neo-komunisme)
Sebagai penutup, kita perlu mewaspadai berbagai bentuk gerakan yang ingin membangunkan komunisme di Indonesia. Mulai dari tuntutan pemulihan nama baik atas nama hak asasi manusia terhadap orang-orang yang tertuduh PKI, gerakan nyata maupun terselubung yang memiliki agenda untuk menghidupkan kepengurusan PKI, tulisan-tulisan yang menyatakan kebanggaan terhadap komunisme, penggunaan simbol palu-arit, hingga tuntutan untuk mencabut TAP MPR tentang larangan paham komunisme. Jika ada kondisi yang mengarah demikian maka kita harus hati-hati, jauhi, bahkan laporkan kepada pihak yang berwenang. Jangan sampai komunisme kembali membuat keonaran di negara yang kita cintai ini.
Penulis: dr. Agung Panji Widiyanto, M.Med.Sc., Sp.PK.
Pemurajaah: Ustadz Abu Salman, B. I. S.
