RAMADHAN YANG DINANTI

EDISI 2134

—-

H.R. Bukhari dan Muslim

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berdiri mengerjakan ‘qiyam Ramadhan’ (salat di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

  • Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia bagi kaum muslimin yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an.
  • Pada bulan Ramadhan pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
  • Di dalamnya juga ada malam lailatu qodaryang lebih baik daripada seribu bulan.
  • Dengan segala keutamaannya, sehendaknya seorang muslim memaksimalkan segala daya dan upaya untuk beramal salih dan mengharapkan pahala sebanyak-banyaknya.

Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah, tidak terasa bulan Ramadhan sebentar lagi akan menyapa kita. Dan telah kita ketahui bersama bahwa bulan Ramadhan memiliki banyak sekali keutamaan, diantaranya adalah:

  1. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah Ta’alaberfirman,

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil)” (Q.S. Al-Baqarah : 185).

  1. Pada bulan Ramadhan setan-setan dibelenggu, pintu neraka ditutup, dan pintu surga dibuka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Jika datang bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah para setan.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

  1. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu malam lailatul qodar. Allah Ta’alaberfirman,

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ١ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ ٢ لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ٣

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Q.S. Al Qadr : 1-3).

Dengan beberapa keutamaan bulan Ramadhan yang telah kita ketahui, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menyambutnya? Sudahkan kita pikirkan amalan atau kegiatan yang akan kita kerjakan selama bulan Ramadhan?

Sebuah kenikmatan tersendiri bagi kita, jika kita mendapati bulan Ramadhan dan kita dapat melewati hari-harinya dengan amal salih. Maka jangan sampai terlewatkan satu hari saja tanpa kita memaksimalkan amalan kebaikan di dalamnya.

Kemudian, diantara amal ibadah yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan ialah:

  1. Memperbanyak membaca Al Qur’an, sebagaimana firman Allah Ta’ala pada surat Al Baqarah di atas.

Membaca al-Qur’an adalah ibadah yang tidak punya waktu terlarang, dapat kita lakukan kapan saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperbanyak tadarus bersama malaikat Jibril di bulan Ramadhan dan mengulang seluruh hafalannya.

  1. Salat Tarawih (qiyamRamadhan)

Salat Tarawih atau disebut juga qiyam Ramadhan termasuk salat sunnah yang ditekankan (muakkadah), yang dikerjakan di bulan Ramadhan. Disebut dengan salat Tarawih karena kaum muslimin pada zaman dahulu memperpanjang (memperlama) pelaksanaan salat tersebut. Setiap kali mereka salat empat rakaat mereka istirahat sebentar kemudian melanjutkan salat kembali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berdiri mengerjakan ‘qiyam Ramadhan’ (salat di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Dari hadis Abu Hurairah, H.R. Bukhari dan Muslim).

  1. Berusaha menjadi hamba yang dermawan dengan memperbanyak sedekah

Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كَانَ النَّبِىُّ –صلى الله عليه وسلم– أَجْوَدَ النَّاسِ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ –عَلَيْهِ السَّلاَمُ– يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Ketika Jibril ‘alaihissallam bertemu dengannya, Jibril menemuinya setiap malam Ramadhan untuk menyimak bacaan Al Qur’annya. Sungguh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan daripada angin yang berhembus.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan di saat Ramadhan sampai diumpamakan seperti angin yang berhembus. Maksudnya, beliau tidak pilih-pilih ketika memberi. Beliau tidak pernah menolak ketika diminta. Maka kesempatan saat Ramadhan hendaknya dimaksimalkan untuk menderma.

  1. Iktikaf

Allah Ta’ala berfirman,

ثُمَّ أَتِمُّواْ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيۡلِۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمۡ عَٰكِفُونَ فِي ٱلۡمَسَٰجِدِۗ 

“Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kalian campuri mereka itu, sedang kalian beri’tikaf dalam masjid” (Q.S. Al Baqarah : 187).

Disunnahkan beriktikaf di bulan Ramadhan, apalagi di sepuluh malam yang terakhir. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Carilah malam lailatul qodar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari) Maka kita sibukkan diri kita di sepuluh hari terakhir untuk iktikaf di masjid dan memperbanyak ibadah.

  1. Umrah di bulan Ramadhan

Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Kalau bulan Ramadhan telah tiba, maka tunaikanlah umrah, sebab umrah di bulan Ramadhan menyamai ibadah haji.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud adalah umrah Ramadhan mendapati pahala seperti pahala haji. Namun bukan berarti umrah Ramadhan sama dengan haji secara keseluruhan. Sehingga jika seseorang punya kewajiban haji, lalu ia berumrah di bulan Ramadhan, maka umrah tersebut tidak bisa menggantikan haji tadi” (Syarh Shahih Muslim, 9/2).

Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah, hendaknya kita bersyukur sebentar lagi kita akan dipertemukan dengan bulan yang mulia, yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang memiliki begitu banyak keutamaan dan disyariatkan di dalamnya berbagai macam ibadah yang mulia.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, bahwa dulu ketika datang Bulan Ramadhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda,

قدْ جاءَكمْ شهرُ رمضانَ، شهرٌ مباركٌ افترضَ اللهُ عليكُمْ صيامَهُ، يفتحُ فيهِ أبوابُ الجنةِ، ويغلقُ فيهِ أبوابُ الجحيمِ، وتغلُّ فيهِ الشياطينُ، فيهِ ليلةٌ خيرٌ مِنْ ألفِ شهرٍ، مَنْ حُرِمَ خيرَها فقدْ حرِمَ

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepada kalian puasa di dalamnya, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat, juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa.” (HR. Ahmad dan an-Nasa`i)

Mari mumpung masih ada waktu, kita gunakan sebaik-baiknya akhir bulan Syakban ini untuk pemanasan ibadah. Agar ketika datang bulan Ramadhan nanti, kita bisa menggapai hasil yang maksimal dalam beribadah dan dalam berbuat kebaikan.

Penulis : Faizal Hanafi, S.S. (Alumnus Ma’had Al Ilmi Yogyakarta)

Pemurajaah : Ustaz Abu Salman, B.I.S.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *