Kategori
Nasehat
-
03/01/2020
Sabar dalam Menerima Takdir
Prinsip keimanan seorang muslim : Beriman kepada takdir yang telah ditetapkan oleh Allah Iman kepada takdir Allah mencakup empat tingkatan: 1. Beriman kepada ilmu Allah yang ‘azali (ada sejak dahulu tanpa memiliki…
-
29/12/2019
Kesalahan-Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Salat
Kesalahan dalam salat harus dihindari: – Tidak thuma’ninah dalam salat. Arti thuma’ninah adalah seorang tenang setelah perpindahan rukun dan membaca minimal satu kali bacaan wajib pada rukun tersebut. Thuma’ninah hukumnya wajib dalam…
-
12/12/2019
Ucapan Selamat Hari Raya Agama Lain
Di antara ijma’ ulama muslimin adalah diharamkannya mengucapkan selamat dalam perayaan khusus kaum nonmuslim (yaitu orang yang mengingkari bahwa Allah adalah satu-satunya Yang berhak disembah, serta yang mengingkari Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi…
-
12/12/2019
Ingatkan Kami Akan Bahaya Riya’
Riya’ adalah menjadikan ibadah sebagai alat untuk mendapatkan dunia. Bahayanya riya’ dalam ibadah : – Terhapusnya pahala amal yang dilakukan – Fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal. – Meskipun digolongkan sebagai…
-
05/12/2019
Kebahagiaan hidup dengan sabar dan syukur
Sebab lapangnya hati adalah dengan menanamkan tauhid di hatinya. Orang yang menggabungkan antara tauhid dan amal salih, keduanya akan memberikan kebahagiaan bagi pemiliknya dalam setiap aspek hidupnya. Di antara cara melapangkan hati…
-
15/11/2019
Untuk kita semua, yang tengah menanti ajal tiba
At-Tauhid Edisi 16/11 “Setiap jiwa pasti akan mengalami kematian..” (Q.S. Ali Imran : 185) – Kematian adalah rahasia Allah Ta’ala, dan merupakan sebuah kepastian atas makhluk-Nya.– Manfaat mengingat kematian : · …
-
01/11/2019
Untukmu yang Sedang Tertimpa Musibah
At-Tauhid Edisi 16/09 “… Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) …” (Q.S Al-Anbiyaa’ : 35) “Orang yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, kemudian yang paling…
-
27/09/2019
Binatang Pun Mengutuk Zina; Bagaimana Bisa Seorang Manusia Menghalalkannya?
AT-TAUHID EDISI 16/04 “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Isra : 32)–1) Zina termasuk dosa besar setelah syirik dan…
-
25/04/2019
Menuju Pelaminan Terindah (Bagian Akhir)
Pembahasan sebelumnya: tinyurl.com/BT15Edisi16 Senantiasa (1) membenahi diri dan (2) mencari bekal ilmu agama, dan (3) menabung simpanan harta dan menyiapkan rencana 4) Memilih dengan baik Islam memerintahkan untuk berhati-hati dan penuh pertimbangan…
-
28/03/2019
Kabar Gembira Untukmu yang Sedang Sakit
— Setiap manusia akan diuji oleh Allah, baik dengan hal yang disukainya maupun yang tidak disukainya. Di balik cobaan ini, terdapat hikmah yang sangat besar, yang bisa jadi tidak kita ketahui karena keterbatasan akal kita. Maka, tidak patut bagi kita untuk mencacinya. Di antara “manisnya” rasa sakit bagi seorang mukmin: 1) Menjadi kebaikan baginya ketika dia bersabar 2) Dihapus dosa-dosanya, hingga dijauhkan dari neraka 3) Mengingatkan atas kelalaiannya, sehingga kembali tunduk kepada Allah. “Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (H.R. Tirmidzi, sahih) “Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi) ”Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa cobaan di dunia.” (H.R. Baihaqi, lihat ash-Shohihah) — Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunnatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya, baik dengan perkara yang tidak disukainya, atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir Al Qur’an- menafsirkan ayat ini, “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun, di balik cobaan ini terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat dinalar oleh akal manusia. Sakit Menjadi Kebaikan Bagi Seorang Muslim Jika Dia Bersabar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur, dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar, dan ini merupakan kebaikan baginya.” (H.R. Muslim). Sakit Akan Menghapuskan Dosa Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan, dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya), ”Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S. Asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (H.R. Muslim). Sakit Akan Membawa Keselamatan dari Api Neraka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (H.R. Muslim). Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci-maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka.” (H.R. Al Bazzar, sahih). Sakit Akan Mengingatkan Hamba Atas Kelalaiannya Wahai saudaraku, sesungguhnya di antara hikmah penyakit dan musibah adalah mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mengujinya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuannya di hadapan Rabb-nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Ibnu Jarir rahimahullah menjelaskan firman Allah Ta’ala (yang artinya), ”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (Q.S. Al An’am: 42), yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku (Tafsir Ibnu Jarir). Terdapat Hikmah yang Banyak di Balik Berbagai Musibah Wahai saudaraku, ketahuilah, sesungguhnya di balik semua cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah, saudaraku, nasihat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas). Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (H.R. Tirmidzi, sahih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Aamiin. Penulis : Retno Syaputra, S.T., M.Eng. — Untukmu yang Bertahun Sakitnya Katakan pada mereka yang terkena sakit kronis dengan prognosis buruk, “Engkau bisa menghadap Allah dengan tanpa dosa sama sekali, setiap sakit dan nyeri yang mengantarkan kepada kematianmu adalah penghapus dosamu.” Katakan pada mereka yang terpukul dengan diagnosa kanker stadium IV,hibur mereka yang terkena penyakit AIDS dan sudah bertaubat.…
