Kategori
Nasehat
-
08/10/2009
Nasehat Ulama: Di Balik Musibah Gempa Bumi
Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan. Allah menciptakan berbagai tanda-tanda kekuasaan-Nya sesuai yang Dia kehendaki. Dia pun menetapkannya untuk menakut-nakuti hamba-Nya. Dengan tanda-tanda tersebut, Allah mengingatkan kewajiban hamba-hamba-Nya, yang menjadi hak Allah ‘azza wa Jalla. Hal ini untuk mengingatkan para hamba dari perbuatan syirik dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.†(QS. Al-Israa: 59).
-
08/04/2009
Muda Foya-Foya, Mati Masuk Surga?
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Waktu muda, kata sebagian orang adalah waktu untuk hidup foya-foya, masa untuk bersenang-senang. Sebagian mereka mengatakan, “Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.†Inilah guyonan sebagian pemuda. Bagaimana mungkin waktu muda foya-foya, tanpa amalan sholeh, lalu mati bisa masuk surga[?] Sungguh hal ini dapat kita katakan sangatlah mustahil. Untuk masuk surga pastilah ada sebab dan tidak mungkin hanya dengan foya-foya seperti itu. Semoga melalui risalah ini dapat membuat para pemuda sadar, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu mudanya dengan sebaik-baiknya. Hanya pada Allah-lah tempat kami bersandar dan berserah diri.
-
22/01/2009
Pelajaran Berharga dari Jalur Gaza
Kekejian Yahudi kepada saudara-saudara kita sesama muslim di Gaza terasa menyakitkan di hati setiap mukmin. Kejahatan-kejahatan seperti itu bukanlah perkara yang aneh dilakukan oleh kaum terlaknat seperti mereka. Setiap muslim hendaknya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya dan berdoa kepada Allah supaya kesulitan dan musibah yang mencekam saudara-saudara kita di Gaza segera terangkat.
Kejadian yang menyedihkan ini semakin menguatkan kebenaran berita yang disebutkan oleh Allah ta’ala mengenai permusuhan kaum kafir yang sengit kepada kaum mukminin. Maka kita harus memusuhi orang kafir dikarenakan kekafiran mereka. Tidak sebagaimana pendapat sebagian orang yang mengatakan, “Sesungguhnya kita tidak akan memusuhi orang-orang kafir kecuali apabila mereka menyakiti dan memerangi kita.†Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah merasa ridha kepada kalian sampai kalian mau mengikuti millah (ajaran agama) mereka.†(QS. al-Baqarah [2]: 120). Ayat ini menunjukkan bahwa permusuhan mereka kepada kita akan terus berlangsung sampai kita ikut menjadi kafir seperti mereka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya, mereka bersikap keras kepada orang-orang kafir, dan berkasih sayang dengan sesama mereka.†(QS. al-Fath [48]: 29).
