Berdoa Di Waktu-Waktu Mustajab

At Tauhid edisi VI/02

Oleh: Yulian Purnama

Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair:

الله يغضب إن تركت سؤاله وبني آدم حين يسأل يغضب

“Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah”

Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي

“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)

Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.

Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb…

Berdoa Di Waktu Yang Tepat

Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:

1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون

“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.

Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadhan, bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi karena bersamaan dengan waktu makan sahur. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa.

2. Ketika berbuka puasa

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)

Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)

Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:

اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين

adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.

Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan doa tersebut, semisal:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim”. Ibnu Hajar Al Asqalani berkata di Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341): “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.

3. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:

قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:

اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku‘”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.

4. Ketika adzan berkumandang

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

5. Di antara adzan dan iqamah

Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukan shalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة

“Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).

Selain itu, orang yang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.

6. Ketika sedang sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Di akhir malam dan di akhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ

“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).

Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam.

8. Di hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat. Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.

Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.

Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.

9. Ketika turun hujan

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala:

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar

Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar di hari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه
قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة

“Nabi shallallahu ‘alahi Wasallam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa, dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

Dalam riwayat lain:

فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر

“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

11. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

12. Ketika Perang Berkecamuk

Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

13. Ketika Meminum Air Zam-zam

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ماء زمزم لما شرب له

“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita. Amiin Ya Mujiibas Sa’iliin. [Yulian Purnama]

44 comments

  • misniawati kosasih

    Terima kasih atas artikel tsb, karena berisi tentang banyak ilmu dan manfaat yang dapat diambil.

  • sunggung saya mendapat ilmu baru tetang dimana dan kapan saya harus berdoa dan menjadi lebih memahami arti ber Doa,untuk mendapat ridho allah swt.

  • Syukron atas artikel ini,shingga mnambah ilmu ana tentang saat yg tepat utk berdoa.

  • Alhmdulilah,sgala puji bagi ALLAH SWT yg telah mmberi bnyk nikmat dlm hdup, khususy diri pribadi saya!dntara nikmat yg tiada trhingga adAlah nikmat Iman&ISLAM, shlwt srta slam kita kt haturkan kpd junjungn kt Rasululullah SAW, sya brtrmksh kpd pngurus web ini,krn byk ilmu yg bs ddpt khususy dlm ilmu agama..dlu sya hnya thu brdoa pd akhr shlt saja,eh trnyta byk wkt2 yg oleh ALLAH dsuruh bgi kita utk mmhon dn brdo’a.,wassalam

  • Assalamu’alaikum,

    @al-akh Yulian :
    Bolehkah kalau seandainya ane berdoa sebelum salam ketika sedang melaksanakan sholat sunnah? Sebab kita kadang tidak sempat berdoa di waktu2 itu ketika sholat fardhu karena imamnya sudah salam duluan atau imamnya udh beralih ke rukun sholat selanjutnya. Syukron atas kesediaan akhi untuk menjawabnya.

    Wassalamu’alaikum

  • sesungguhnya tidaklah lebih layak orang yang saudara minta untuk erkomentar dari pada yang telah biasa berkomentar, mohon maaf, wassalam.

  • Mohon bantuan jawaban. Dalam artikel ini dijelaskan bahwa salah satu doa yang dikabulkan adalah doa orang yang teraniaya. Pertanyaan saya, jika kita dizalimi oleh seseorang, bolehkan kita mendoakan kecelakaan/kebinasaan atas orang yang menzalimi kita tersebut? adakah contoh dari para salaf jika mereka dizalimi kemudian mereka mendoakan kecelakaan atas orang yang menzalimi mereka?
    sebagai contoh : Kita tentu merasa terzalimi oleh orang yang merokok di dekat kita. sebagaimana kita ketahui bahwa perokok pasif tidak kalah bahayanya dengan perokok aktif. Nah, bolehkah kita mendoakan kecelakaan atas orang yang merokok tadi. seperti umpamanya kita katakan : mudah-mudahan dia terserang penyakit kanker karena perbuatannya itu. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih

  • TERNYATA DALILNYA SAMA BUKU YANG SAYA MILIKI TAPI SEKARANG SUDAH HILANG

  • Berbaik sangka lah terhadap Alloh dengan mendo’akan kebaikan buat orang2 yg dholim, Agar Alloh juga berkenan memberikan kebaikanya terhadap diri kita

  • ijin share

  • Assalamualaikum WW,

    Mengenai berdoa di saat Sujud pada Shalat Fardhu, setahu saya kita tidak boleh atau haram menambahkan apapun selain bacaan pada Sujud saat Shalat Fardhu, sesuai dengan ajaran Rasullullah Muhammad SAW. Apakah ini tidak bertentangan dengan menambahkan Doa di setiap sujud pada Shalat Fardhu? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamualaikum WW.

  • di atas telah disebutkan bahwa setelah salam kita memang dianjurkan untuk berdzikir. bagaimana kalau setelah berdzikir, lalu dilanjutkan berdoa?

    di CHM Al Manhaj versi 38, tulisan berjudul “WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB” Oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih disebutkan bahwa salah satu waktu mustajab utk berdoa adalah : Setiap Selepas Shalat Fardhu. Dalilnya:

    Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau menjawab.

    “Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu”.
    [Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].

    Bagaimana, akh?

  • #Abu ‘Abdillah
    Hal ini memang perkara khilafiyah ijtihadiyah. Namun kami merajihkan pendapat ulama yang mengatakan bahwa yang dimaksud hadits tersebut adalah sebelum salam, sebagaimana penjelasan Syaikh Shalih Al Utsaimin. Karena tidak terdapat dalil bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam rutin berdoa setiap setelah salam.Wallahu’alam.

  • #Saiful Rizal
    Wa’alaikumussalam
    Yang dilarang adalah membaca ayat Al Qur’an ketika sujud. Sedangkan berdoa ketika sujud dalilnya telah kami paparkan di atas. Jika ada dalil yang melarang bacaan lain (selain Al Qur’an) ketika sujud, mohon kami diberi tahu.

  • Alhamdulillah dengan berkunjung ke sini aku telah mendapat ilmu agama yang bermanfaat dan lebih tahu kapan saja waktu untuk berdoa yang paling tepat

  • ventho siahaan

    syarat doa yang diterima adalah doa untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain bukan untuk kemaksiatan Ventho Senior Manager Audithor BII 0816766301

  • Saya agak bingung tentang zikir setelah sholat, krn isinya ada yg berupa doa…..jd apakah berdoa stlh sholat itu boleh asal tdk dirutinkan/dianggap wajib..atau memang dilarang yg melakukannya walupun sekali dianggap berdosa

  • Saya mau tanya tentang doa qunut….apakah kalau imam membaca doa qunut pada saat sholat subuh ,kita wajib mengikuti imam dng cara membaca dan mengaminkannya?…kemudian untuk sholat ied yg dilakukan dilapangan….apakah boleh dilakukan di jalanan ( di jalan raya) dengan mengqiyaskan lapangan terbuka termasuk jalanan.?..jazakallahu khoiron

  • #Abu Athallah
    Doa atau dzikir yang dibaca setelah shalat berdasarkan dalil, boleh dibaca secara rutin. Sedangkan doa atau dzikir yang mutlak (bebas isinya dan pelaksanaannya), tidak boleh dirutinkan dibaca setelah shalat.

  • #abu athallah
    Tentang Qunut, silakan simak:
    http://kangaswad.wordpress.com/2010/05/14/jika-imam-membaca-qunut-shubuh/
    Mengenai shalat Id di jalan raya, wallahu’alam.

  • Pingback: Berdoa sehabis shalat | IT News - "The Power of Me"

  • ‘Afwan Ustadz, ana mau tanya. Apakah hadits antara shalat Zhuhur dan Ashar di hari Rabu termasuk salah satu waktu mustajabnya doa,haditsnya shahih..?

    Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:

    أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه
    قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة

    “Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”

    Dalam riwayat lain:

    فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر

    “Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

    –pernah baca,sebagian ulama melemahkan hadits di atas dengan alasan adanya perawi yang bernama Katsir bin Zaid di dalam sanadnya, dan dia adalah rawi yang lemah,mohon penjelasannya…

    Jazakumullahu khairan atas jawabannya.

  • Apakah mutlak tidak boleh membaca ayat Al-Qur’an dalam sujud?bagaimana dengan ayat Al-Qur’an yang berupa doa seperti Al-Baqarah 127-128, Al-A’raf 23 dll

  • Saya masih belum paham yang dimaksud berdo’a pada saat sujud sebelum sholat, apakah itu berlaku untuk sholat fardu aja atau juga sholat sunnah, baik rowatib, duha dll

  • pertanyaan sy yang kedua, apakah do’a dalm bahsa indonesia diperbolehkan di baca saat sujud sebelum sholat? mhon jawabnnya. trmksh

  • mau tanya tentang doa yang mustajab “Ketika sebelum salam pada shalat wajib” itu ada doa khusus sendiri apa doa kita sendiri dengan bahasa kita sendiri juga? makasih

  • setau ane tambahan “kariim” dalam doa malam lailatul qodar itu dho’if..harap dikoreksi

  • Doa apakah yang boleh dibaca saat sujud dalam sholat?

  • izin copas ya

    syukron jazakallah khair

  • menambahkan saja doa orang yang diholimi, orang tua pada anak, doa orang sedang safar

    “Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang yang terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.” (HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862. Syaikh Al Albani menghasankan hadits ini)

  • Assalamualaikum,

    Bagaimana dengan hadits berikut?

    “ Doa itu mustajab pada waktu malam dan selesai solat fardu .” (HR Al-Tirmizi)

  • subhanallah, Allah memang Arrahman dan Arrahim. diberikan kesempatan bagi hambanya utuk berdoa dan diberi waktu khusus dalam kepastian mengabulkan doa mereka….
    perbanyak doa, karena doa adalah mukhul ‘ibadah…..

  • izin copas ustadz, jazakalloh khoir

  • aq iin sebarkan,ilmux bermnfaat skle,tpi aq bru dgar lo berdoa sblum salam,apakah berdoa sblm salam itu boleh kita berdoa panjang2 dan mengkat tangan sperti halnya kta berdoa
    dan satu lagi aku ga pernah bca berdoa di hari rabu aku hany tau berdoa di hari kamis doa mustajab

  • Situsnya bagus .

  • do’a-do’a yang berasal dari nabi dan Al-Qur’an dengan niat do’a, bukan niat baca Al-Qur’an

  • Terimakasih ilmunya :)

  • Haditsnya ada di point nomor 7. Makna “dubur shalat” jika berkaitan dengan berdo’a maka maksudnya adalah di akhir shalat, setelah tasyahhud akhir sebelum salam, bukan setelah shalat fardhu. Silakan dibaca lagi. Wallahu alam.

  • Mas , …saya mau tanya , apakah benar doa berbuka puasa yang selama ini beredar di masyarakat (Allahumma lakasumtu dst…..)adalah hadist palsu seperti yang tertulis dalam artikel ini. Tolong berikan penjelsan yang detil mengapa hadist ini disebut palsu ?..kalau palsu mengapa sampai-sampai para ulama indonesia memakai do’a ini ?…beranikah anda mempertanggungjawabkan kebenaran ini di hadapan publik?…

  • AL Mulla ‘Ali Al Qari mengatakan :

    وَأَمَّا مَا اشْتُهِرَ عَلَى الْأَلْسِنَةِ ” اللَّهُمَّ Ù„ÙŽÙƒÙŽ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ” فَزِيَادَةٌ، (وَبِكَ آمَنْتُ) لَا أَصْلَ لَهَا وَإِنْ كَانَ مَعْنَاهَا صَحِيحًا

    Adapun do’a yg sering diucapkan “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaa rizqika afthartu”, maka tambahan “Wa bika aamantu” tidak ada asalnya meski maknanya benar. (Mirqatul Mafaatih Syarh Misykatul Mashabih, kitabus shaum)

  • Pingback: Pengenalan makna setigapermalam | Tulisan Luar biasa dari pribadi biasa luarnya.

  • Pingback: Di antara adzan & iqamah | let's plan your future

  • Terimakasih semoga bermanfaat dan saya bisa turut menyampaikan kepada yang lain

  • Artikel diatas semuanya benar, tidak ada yang salah, hingga tentang do`a mustajab atau terkabul berada pada 13 tempat, cuma ada yang lebih hebat do`a terkabul ketika selesai berbuat baik berdo`alah pasti terkabul, karena do`a baru bisa dikabulkan dengan syarat antara permintaan dengan perbuatan harus sejalan, artinya do`a dan usaha harus sejalan, jika hanya do`a tanpa usaha jauh dari terkabul, nggak kerja mau minta gaji menyalahi hukum qodrat dari Allah, mana ada kejanya berbuat jahat akan tetapi mintanya selamat, tidak akan mungkin selamat. Yang benar adalah kita berdo`a minta selamat perbuatan kita harus baik pasti selamat. Dan saat ini banyak orang berdo`a pada 13 tempat tersebut ingin terkabul akan tetapi perbuatannya banyak yang bertolak belakang, seperti masih kikir, masih sakit hati, masih musyrik, masih senang berbuat jahat, masih buruk sangka kepada orang lain, masih saling bermusuhan gara-gara pemilu, masih gontok-gontokan, masih saling mengejek, menghina, mengumpat, masih egoisme merasa hebat, merasa menang sendiri, masih mencibir, masih menyepelekan orang lain, apakah Allah menyenangi perbuatan tersebut, pasti do`anya masih sangat jauh terkabul, maka sucikanlah dan bertaubatlah barulah Allah menerima do`a kita jika kita beriman dengan benar(Haq)……….sadarilah saudaraku yang seiman………………..smoga do`a kita didengar Allah dan diridhoi-Nya..amin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *