Akhlaq

Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran

At Tauhid edisi V/17

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran.

Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”

Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.

Islam Memerintahkan untuk Menundukkan Pandangan

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)

Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”

Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”

Lalu bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)

Faedah dari menundukkan pandangan, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya-

Agama Islam Melarang Berduaan dengan Lawan Jenis

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

Jabat Tangan dengan Lawan Jenis Termasuk yang Dilarang

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Jika kita melihat pada hadits di atas, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram”. (Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i)

Meninjau Fenomena Pacaran

Setelah pemaparan kami di atas, jika kita meninjau fenomena pacaran saat ini pasti ada perbuatan-perbuatan yang dilarang di atas. Kita dapat melihat bahwa bentuk pacaran bisa mendekati zina. Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Lalu pandangan itu mengendap di hati. Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua. Lalu berani berdua-duan di tempat yang sepi. Setelah itu bersentuhan dengan pasangan. Lalu dilanjutkan dengan ciuman. Akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan berzina. –Naudzu billahi min dzalik-. Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!

Mungkinkah ada pacaran Islami? Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas. Renungkanlah hal ini!

Mustahil Ada Pacaran Islami

Salah seorang dai terkemuka pernah ditanya, ”Ngomong-ngomong, dulu bapak dengan ibu, maksudnya sebelum nikah, apa sempat berpacaran?”
Dengan diplomatis, si dai menjawab,”Pacaran seperti apa dulu? Kami dulu juga berpacaran, tapi berpacaran secara Islami. Lho, gimana caranya? Kami juga sering berjalan-jalan ke tempat rekreasi, tapi tak pernah ngumpet berduaan. Kami juga gak pernah melakukan yang enggak-enggak, ciuman, pelukan, apalagi –wal ‘iyyadzubillah- berzina.

Nuansa berpikir seperti itu, tampaknya bukan hanya milik si dai. Banyak kalangan kaum muslimin yang masih berpandangan, bahwa pacaran itu sah-sah saja, asalkan tetap menjaga diri masing-masing. Ungkapan itu ibarat kalimat, “Mandi boleh, asal jangan basah.” Ungkapan yang hakikatnya tidak berwujud. Karena berpacaran itu sendiri, dalam makna apapun yang dipahami orang-orang sekarang ini, tidaklah dibenarkan dalam Islam. Kecuali kalau sekedar melakukan nadzar (melihat calon istri sebelum dinikahi, dengan didampingi mahramnya), itu dianggap sebagai pacaran. Atau setidaknya, diistilahkan demikian. Namun itu sungguh merupakan perancuan istilah. Istilah pacaran sudah kadong dipahami sebagai hubungan lebih intim antara sepasang kekasih, yang diaplikasikan dengan jalan bareng, jalan-jalan, saling berkirim surat, ber SMS ria, dan berbagai hal lain, yang jelas-jelas disisipi oleh banyak hal-hal haram, seperti pandangan haram, bayangan haram, dan banyak hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat. Bila kemudian ada istilah pacaran yang Islami, sama halnya dengan memaksakan adanya istilah, meneggak minuman keras yang Islami. Mungkin, karena minuman keras itu di tenggak di dalam masjid. Atau zina yang Islami, judi yang Islami, dan sejenisnya. Kalaupun ada aktivitas tertentu yang halal, kemudian di labeli nama-nama perbuatan haram tersebut, jelas terlalu dipaksakan, dan sama sekali tidak bermanfaat.

Pacaran Terbaik adalah Setelah Nikah

Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)
Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”

Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allahumma inna nas’aluka ’ilman nafi’a wa rizqon thoyyiban wa ’amalan mutaqobbbalan. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Tertarik dengan artikel buletin ini? Tidak ingin ketinggalan artikel Buletin At-Tauhid di setiap pekannya? Silahkan klik di sini untuk berlangganan. Atau berlangganan via email dengan cara memasukkan email Anda pada form isian di bawah ini. Anda akan mendapatkan pemberitahuan setiap ada artikel yang terbit di buletin.muslim.or.id.

Kolom Komentar

65 komentar pada artikel “Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran”

  1. assalamu’alaykum..
    jazakumullohu khoiron..
    copas ya akh..

    Dikirim oleh nurman | 23 April 2009, 11:09
  2. Assalamualaikum, semoga artikel diatas bisa menambah pengetahuan bagi kita umat muslim. Kenapa pacaran sekarang sudah jadi tradisi bagi anak muda,bahkan kalau nggak gituan katanya bukan pacaran. Itu disebabkan oleh lemahnya iman,krgnya pddkn agama..,nrg tua yg krg perhtian sm anak

    Dikirim oleh Margono | 26 April 2009, 20:18
  3. assalamualaikum
    artikel yang bagus, apalagi banyak sekali anak muda zaman sekarang yang melakukan pacaran, bahkan ada beberapa yang mengatakan kalau tidak pacaran itu ga gaul.

    Dikirim oleh bella | 27 April 2009, 12:35
  4. Jazakumullah katsiron atas nasihatx,smoga ana dan pemuda pemudi muslim lainx diberi kekuatan oleh ALLAH supaya lebih waspada dlm hal iNi,mhon do’ax pula dari ikhwan2 semuax.

    Dikirim oleh Abdullah | 29 April 2009, 9:42
  5. semoga artikel ini dapat menetapkan kita agar tidak berpacaran…

    Dikirim oleh XRohis | 30 April 2009, 12:15
  6. assalamu’alaikum…

    Afwan akhi, beberapa artikelnya ana copy ke blog ku yah,
    Afwan sekali, soalnya ana ingin mentee2 ana yang suka visit blog ana ikut membacanya…
    Afwan yah,
    Jazakillah nih, useful banget artikelnya! ^o^

    Wassalamu’alaikum

    Dikirim oleh Iky | 1 May 2009, 18:11
  7. artikel yang sangat bagus.
    terimakasih sudah sharing

    Dikirim oleh diane | 13 May 2009, 14:34
  8. artikel antum bagus bagus banget…..tapi bagaimana solusi kepada orang sudah terlanjur berpacaran dan kayanya tak bisa dipisahkan namun untuk menikah belum bisa karena salah satu pasangan masih kuliah… syukron tas tanggapannya.

    Dikirim oleh anang | 17 May 2009, 14:45
  9. @ Anang
    Bersabar itulah solusinya. Dan seharusnya seseorang berusaha keras meninggalkan sesuatu yang haram.

    Dikirim oleh Muh Abduh T | 18 May 2009, 9:07
  10. artikel ini bagus. buat remaja.

    Dikirim oleh tanti | 18 May 2009, 9:13
  11. alhamdulillah, semoga kita dijauhkan dari perbuatan tersebut. nikah adalah solusi yang tepat.
    jazakallahu khairan…

    Dikirim oleh abu zulfan | 18 May 2009, 14:40
  12. AsSalamu’alaikum. . .Smg artikel d atas dpt mnydarkn qt smw,utamax bgi pmuda pmudi Islam.Dan smg qt d bri kkuatan untk tdk mlakukan hal tsb,ataupn mngulangix lg.Wassalamu’alaikum. , .

    Dikirim oleh Sari | 22 May 2009, 6:02
  13. @anang:
    benar kata Akh Abduh, Bersabar dari pacaran, niatkan hati dan kuatkan kemauan, jgn lupa memohon pertolongan n petunjuk Allah SWT, InsyaAllah pasti akan dbri jalan keluar yg baik.

    Klo pnglman aq (agak frontal c, krn aq blm mampu nikah), stlh tahu klo trnyta emng gk bleh, q brusaha skuat n smampu mngkin utk mnghndar n mmbuat jarak dgn c dia, bhkn brbln2 trus brusaha utk gk ktmu, smpe2 nmr hape c dia ja aq hapus biar gk trjlin kmunikasi yg sia2.
    seirng brjalannya wktu akhrnya hub qta brakhr dgn mudah (mnrt q) n aq sdkt dmi sdkt mlai bs mlupakan c dia dgn sndrinya.
    Klo emng jodoh, yakin, nanti dsaat yg tepat pasti akn diperjumpakan lg oleh-Nya mlalui jln yg lbh baik.
    :)

    Dikirim oleh NoBody | 23 May 2009, 0:01
  14. U/Anang.
    INGAT , , , !Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan gantikan dengan yang lebih baik. Kalau kita bisa menikmati CINTA melalui jalur yang halal ? mengapa memaksakan diri untuk menikmatinya melalu jalur yang H a r a m ? ? ? ? ?.

    Dikirim oleh abu muhammad | 3 June 2009, 10:29
  15. assalamu’alaikum.
    semoga artikel diatas dapat dijadikan patokan bagi generasi muda yang telah ikut-ikutan dengan budaya barat.
    dan agar dapat menyalurkan hasrat dengan cara yang diperbolehkan yaitu melalui pernikahan.
    semoga artikel sejenis ini selalu ada..
    jazakumullah khairan katsira..

    Dikirim oleh wahyu | 13 June 2009, 14:36
  16. jazakumulloh katsiron semoga memberi penjelasan bagi para pemuja cinta agar dapat menyalurkan cinta nya sesuai dengan syariat yang benar, izin copy

    Dikirim oleh adnan | 16 July 2009, 13:45
  17. Assalamualaikum
    Ijin co-paste
    Syukron

    Dikirim oleh Adinda Putri | 3 August 2009, 11:03
  18. ana izin copy

    jazakullah khoir

    Dikirim oleh muhiithun | 28 August 2009, 13:01
  19. semoga semua ikhwan n akhwat yang membaca ni buletin bisa mengamalkan isinya. Amin………..

    Dikirim oleh agus | 6 September 2009, 17:16
  20. Assalamu’alaikum…
    Syukron atas artikelnya..
    Anna share ke FB…
    Wasalam..

    Dikirim oleh Anna'ne Guzty | 26 September 2009, 20:27
  21. Aslkm.Setelah baca buletin ini sy Insya Alloh ngerti..tapi pelaksanaan d lap repot krn d Rep.Indo ini mayoritas prilaku kapitalis yg dpake,kl prediksi sy paling top 5% yg melaksanakannya..Trus yg mau ngelaksanakan ini hrs gmn?D tengah hirup-pikuk yg bgn adanya?

    Dikirim oleh Zainal | 1 October 2009, 23:33
  22. Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…izin copy ya akh.. Jazakallahu khair…

    Dikirim oleh heri | 18 October 2009, 0:01
  23. Assalamu’alaykum,,,

    Artikel yang menarik, saya cuma prihatin dengan aksi pergaulan remaja saat ini. Di mana hubungan antar lawan jenis, sudah jauh dari norma agama. Pertanyaannya apakah kita sudah mengabaikan, menggangap enteng terhadap aturan Islam khususnya tentang adab-adab pergaulan?.

    Kalau kita tidak segera kembali pada aturan pergaulan Islam, minimal perbaikan pada diri sendiri. Maka yang terjadi meningkatnya hubungan seksual pranikah, tingginya pelaku aborsi, rentan penyebaran HIV-AIDS, di tambah dengan lemahnya aturan pemerintah dalam hal ini.

    Semoga tulisan “Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran”, dapat dipetik manfaatnya. Afwan, saya ijin copy buat blog saya, syukron :) Jazakumullahu khairan.

    Wassalamu’alaykum,,,

    Dikirim oleh Cekyan | 8 November 2009, 17:59
  24. jangan pernah berduaan, apapun alasannya, kerugian besar bagi perempuan.. walaupun si lelaki awalnya baik sekali.. tapi bisa saja dia kan lepas tanggung jawab.. walaupun sudah hampir nikah.. bisa saja dia tidak jadi.. waspadalah 2x..

    Dikirim oleh dan | 25 November 2009, 17:20
  25. subhanallah ..
    berarti suatu hal yg kita anggap biasa” saja , itu merupakan hal yg dilarang oleh Allah .

    oya . kalau mau nanya dong..
    apa hukum nya kalau ada kita sm” mengakui mempunyai rasa sayang . tapi kita tidak berpacaran bahkan acara nyatakan cinta itu tak pernah ada . kalau diluar kita seperti sepasang sahabat baik .
    kita hanya menjaga perasaan masing” untuk tetap saling menyayangi .

    Dikirim oleh Ditta | 27 November 2009, 8:21
  26. assalam,
    jazakallohu khairan..
    af1 akhi, sy izin buat nyebarin di blogQu yah, u/ saling mengingatkan..
    syukron..

    Dikirim oleh fadli | 2 December 2009, 15:16
  27. AsSLamualKum Wr Wb..
    Jazakumullah khairan katsira.
    SLm sHat&sLM KEnaL bwT smW nya saja..Smg dLM LINDUNGAN ALLAH Swt..Amien
    ana uCpkan trm kasih ats aRtikelnyA,,and iZIn COPY..1 kali lg TERIMA KASIH..
    WasSLamuaLkum WR Wb.

    Dikirim oleh Khaerul_cALon_ikhwan | 12 December 2009, 22:26
  28. Assalam mualaikum….
    Artikel antum bagus, saya COPAS keblogku ya……

    Dikirim oleh Binawan | 20 February 2010, 21:57
  29. Keren banget artikel.tp aku mau naxa gmana critax dng nikah sirih? Apkh it mrupkan satu jln trhndar dr zinah?mhon pnjlasanx

    Dikirim oleh Nabila | 23 February 2010, 11:49
  30. @Nabila
    tentang nikah sirri bisa dibaca di http://abiubaidah.wordpress.com/2009/10/12/nikah-tanpa-kua/

    Dikirim oleh heri | 24 February 2010, 11:54
  31. Stlah sy mmbaca hukum nikah sy sdkt mgerti.oia,af1 sy mau brtxa lg..bgaimana crax(tipsx) menghndari prasaan cinta sma org.krna,trus trang sy sy myukai ssorg dan mrasa sulit mlupkannya..dan apa yg hrs sy ucpkan pd orng yg mncintai sy jk ingn mnolakx agr org trsbt tdk trsnggung dan mau mgrti hukum pcaran..mhon bntuannx

    Dikirim oleh Nabila | 26 February 2010, 1:01
  32. Izin copas..syukron

    Dikirim oleh dida | 26 March 2010, 11:51
  33. assalamualaikum..
    saya bingung jg klo mw ngkutin syariat islam,sya kn ud lama pcran klo mw ptus sulit bgt bwt sya,cz ud trlnjur syg,,
    klo hrus nikah,g mungkin bsa,.krena sya sma pcr sya msii sma” kuliah dan blum siap,umur jg msii blm pas..
    ortu jg g mungkin ngjinin,, tlong saranny ia.. mksi waalaikum sallm..

    Dikirim oleh fita | 4 May 2010, 19:23
  34. Assalamu’alaikum…izin forward y… jg izin copy artikel sebelumnya tentang ‘kelirunya keyakinan tuhan dimana-mana’. jazakumullah khoir…

    Dikirim oleh khalisah | 5 May 2010, 21:04
  35. assalamualaikum…..
    sebenar nya saya ingin mentaati hukum-hukum islam tapi rasa nya berat…bagaimana tidak memandang wanita yang bukan mughrom nya saja sudah di anggap berjina..sedangkan manusia itu mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri…saya jadi bingung…tolong saran nya ya mkasih…..

    Dikirim oleh suriadi | 2 June 2010, 17:21
  36. #suradi
    Seluruh ajaran Islam itu mudah, walau anda merasa berat, yakinlah bahwa anda mampu menerapkannya. Buktinya Rasulullah, para sahabat serta orang-orang shalih dari dahulu hingga sekarang mampu melakukannya.
    Simak juga: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/ketika-agama-telah-mengharamkan.html

    Dikirim oleh admin | 3 June 2010, 6:21
  37. assalamualaikum..
    artikelnya bagus nih, izin kopas ya.. buat di post diblog saya :)

    Dikirim oleh nurcholik | 11 June 2010, 20:00
  38. waaahhhh..
    bagusss bgt artikelnya.. :D
    kerreeen.. :D

    izin copas yahh..
    mksh.. :)

    Dikirim oleh nadia | 1 August 2010, 16:54
  39. Aslmlekum. . .
    Sungguh menarik artikelnya,dn sy jg suka,tp bgaimana klo qt dah lama pcran?mc mw d ptzn?dn msg2 kluarga qt dah pd tau cmwa klo q m dia pcrn,trmkch
    wasalam. . .

    Dikirim oleh Fajar | 11 August 2010, 7:35
  40. @ Fajar
    Wa’alaikumus salam.
    Ingatlah, siapa sj yg meninggalkan sesuatu krn Allah, pasti Allah akan ganti dg yg lebih baik.

    Dikirim oleh abduh | 26 August 2010, 13:28
  41. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    artikelnya bagus ni,, pnuh dengan makna, ane ijin kopas ya buat di blog.jazakumullah khoir

    Dikirim oleh Iwan | 1 October 2010, 21:54
  42. assalamualaikum
    kalo mau nyumbang artikel
    bisa ga

    Dikirim oleh ibnu shalih | 9 October 2010, 10:14
  43. semoga artikel ini dapat bermamfaat buat diri saya dan orang lain..!!!!!!!!!!!!

    Dikirim oleh hamidah | 1 November 2010, 14:28
  44. assalamu’alaikum,, izin copas,,
    syukran,,

    Dikirim oleh ikhlas | 22 December 2010, 13:45
  45. ikut share lagi akh

    Dikirim oleh abu abdullah | 14 March 2011, 15:07
  46. assalamu’alaikum..ana izin meng-copy artikel ini ya..Syukran..

    Dikirim oleh mariza | 30 April 2011, 2:00
  47. Mungkin pilihannya hanya”kami dengar dan kami taat/patuh” atau “kami dengar/tahu dan kami ingkar-i”…

    Dikirim oleh ary | 5 July 2011, 14:51
  48. assalamu’alaikum
    izin mau copast yah, syukron :)

    Dikirim oleh arni nugroho | 10 August 2011, 19:44
  49. astaghfirullah..ya Allah,rasanya dosaq ini sangatlah banyak,bhkan rasanya melebihi air di samudra.
    ya Allah,msih pantaskah hambamu yg hina ini menghirup aroma surgamu?

    Ya Allah,ampunilah dosa hambamu ini…
    Astaghfirullah Haladzim……….

    Dikirim oleh Fauzi | 30 August 2011, 18:50
  50. Allah berfirman : “tidak akan mendpatkan kebaikan (syurga) sehingga seseorang menginfakkan sesuatu yang paling ia cintai (karena Allah)”,, jadi untuk saudara2 yang sulit menghindari pacaran makan sesungguhnya wajib bagi kita untuk berkorban ,, karena itu lah islam,, perjuangan untuk mendapatkan syurga adalah dengan pengorbanan.. harus siap berkorban demi ALlah demu cinta Allah walauun hati ini sakit,, jika kita mampu maka syurga balasannya,

    Dikirim oleh Syarif Syahab | 10 November 2011, 13:36
  51. Assalamualaikum wr,wb……….semoga artikel ini byk dibuka dn dibaca leh kalangn muda/mudi skrg,krn jrng sekali muda/mudi yg mmbuka dn mmbaca artikel sprti ini
    ….wasalam….

    Dikirim oleh indra | 16 February 2012, 19:42
  52. artikel yg sangat bagus!!.. Izin share ya ustadz. Syukron..

    Dikirim oleh roby | 4 March 2012, 19:56
  53. Amiin…

    Dikirim oleh Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah | 10 March 2012, 17:59
  54. minta ijinya ya Akhi/ukhti buat di copy

    Dikirim oleh ferrt | 26 April 2012, 17:28
  55. Assalamualaikum.
    Artikel di atas Sungguh sangat bermanfa’at untuk orang bodoh seperti ana ini akh, ana izin copy, ana sertakan url sumbernya.
    Jazakumulloh khoiron katsir.

    Dikirim oleh Gusari Usman | 16 May 2012, 18:11
  56. Assalamualaikum.
    Artikel di atas Sungguh sangat bermanfa’at untuk orang bodoh seperti ana ini akh, ana izin copy, ana sertakan url sumbernya.
    Jazakumulloh khoiron katsir.

    Dikirim oleh Gusari Usman | 16 May 2012, 18:12
  57. [...] : http://buletin.muslim.or.id/akhlaq/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post. This entry was posted in [...]

    Dikirim oleh cinta yang mendalam | 29 May 2012, 20:05
  58. Minta ijin buat di print bisa tidak,, untuk bulletin jumat di mesjid

    Dikirim oleh awalsaputra | 25 July 2012, 3:32
  59. wah ini kusus ramaja2 jaman sekarang
    ternyata pacaran belum mikah haram…
    ty infonya

    Dikirim oleh harun | 3 August 2012, 14:30
  60. Assalamu’alaikum
    izin share ya
    terimakasih sebelumnya

    Dikirim oleh Hakim | 20 December 2012, 8:13
  61. wa’alaykumsalam. silahkan

    Dikirim oleh Redaksi | 20 December 2012, 16:02
  62. Assalamu ‘alaikum akhi..
    Artikelnya bagus sekali. Ane minta izin copy paste ke blog ane ya. Trimakasih..
    Wassalamu ‘alaikum.

    Dikirim oleh Ahmed | 22 December 2012, 11:12
  63. asslmkm.smga umat islam dpt mengikuti trtma sy pribadi.wslmkm

    Dikirim oleh roim | 5 January 2013, 1:35
  64. sebuah tulisan yang sangat bagus, ini seharusnya menjadi pelajaran bagi anak muda jaman sekarang.
    terimakasih.

    Dikirim oleh cafesehat.com | 26 February 2013, 1:30
  65. Assalamu’alaikum

    Ana ijin Copas,..

    Barakallahu Fiik

    Dikirim oleh Hadi Eko Prayitno | 20 May 2013, 11:35

Beri komentar

Mohon memberikan komentar yang sesuai dengan topik artikel. Komentar Anda akan kami review dahulu sebelum ditampilkan. (* wajib diisi, email tidak akan ditampilkan)

Arsip

-- bedah buletin

---

Copyright

Dipersilahkan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh artikel Buletin At Tauhid di website ini untuk tujuan dakwah (bukan untuk komersial) dengan menyantumkan sumber website dan penulisnya. Jazakumullahu khairan.