Tag
tauhid
-
12/12/2008
Tahukah Kamu, Di Manakah Allah?
Ada sebuah pertanyaan penting yang cukup mendasar bagi setiap kaum muslimin yang telah mengakui dirinya sebagai seorang muslim. Setiap muslim selayaknya bisa memberikan jawaban dengan jelas dan tegas atas pertanyaan ini, karena bahkan seorang budak wanita yang bukan berasal dari kalangan orang terpelajar pun bisa menjawabnya. Bahkan pertanyaan ini dijadikan oleh Rasulullah sebagai tolak ukur keimanan seseorang. Pertanyaan tersebut adalah “Dimana Allah?â€.
Jika selama ini kita mengaku muslim, jika selama ini kita yakin bahwa Allah satu-satunya yang berhak disembah, jika selama ini kita merasa sudah beribadah kepada Allah, maka sungguh mengherankan bukan jika kita tidak memiliki pengetahuan tentang dimanakah dzat yang kita sembah dan kita ibadahi selama ini. Atau dengan kata lain, ternyata kita belum mengenal Allah dengan baik, belum benar-benar mencintai Allah dan jika demikian bisa jadi selama ini kita juga belum menyembah Allah dengan benar. Sebagaimana perkataan seorang ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: “Seseorang tidak dapat beribadah kepada Allah secara sempurna dan dengan keyakinan yang benar sebelum mengetahui nama dan sifat Allah Ta’ala†(Muqoddimah Qowa’idul Mutsla).
-
30/11/2008
Kaum Kafir Quraisy
Kaum muslimin, semoga Allah meneguhkan kita di atas Islam yang haq. Sesungguhnya salah satu penyebab utama kemunduran dan kelemahan umat Islam pada masa sekarang ini adalah karena mereka tidak memahami hakikat kejahiliyahan yang menimpa bangsa Arab di masa silam. Mereka menyangka bahwasanya kaum kafir Quraisy jahiliyah adalah orang-orang yang tidak beribadah kepada Allah sama sekali. Atau lebih parah lagi mereka mengira bahwasanya kaum kafir Quraisy adalah orang-orang yang tidak beriman tentang adanya Allah [?!] Duhai, tidakkah mereka memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an dan lembaran sejarah yang tercatat rapi dalam kitab-kitab hadits ?
-
19/11/2008
Sembahlah Rabb Yang Telah Menciptakanmu
Saudaraku yang semoga selalu mendapatkan petunjuk dan hidayah Allah Ta’ala. Perlu kita ketahui bersama bahwa sesungguhnya orang-orang musyrik yang Rasulullah diutus berdakwah kepada mereka, mengakui sifat-sifat Rububiyah Allah. Yaitu mereka mengakui bahwa Allah sebagai Pencipta alam semesta. Hal ini dapat dilihat pada firman Allah Ta’ala yang artinya, “Dan sungguh jika engkau bertanya kepada mereka,’ Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?’ Niscaya mereka akan menjawab, â€Yang menciptakan semua itu adalah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui†(Az Zukhruf: 9). Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya, â€Dan sungguh jika engkau bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan mereka?’ Niscaya mereka akan menjawab, ‘Allah’.†(Az Zukhruf: 87).
Mereka juga mengakui bahwa Allah-lah Pemberi rizki seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini, Yang menguasai pendengaran dan penglihatan serta Allah-lah Yang mematikan dan menghidupkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya, â€Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?" (Yunus: 31)
-
19/11/2008
Kunci-Kunci Ilmu Gaib, Hanya Allah Yang Mengetahuinya
Belakangan ini sering kita jumpai di berbagai media adanya orang-orang yang mengaku mengetahui ilmu gaib. Di antara mereka ada yang mengatakan sanggup untuk mengetahui bagaimana karir, rezeki, asmara dan lain sebagainya selama beberapa waktu dengan melihat tanggal lahirnya, bahkan ada di antara orang-orang yang mengklaim bahwa mereka dan beberapa gelintir pengikutnya mengetahui kapan terjadinya hari kiamat dan alhamdulillah kedustaan seperti ini telah terbongkar dengan sendirinya ketika tidak terjadi hari kiamat di hari yang telah mereka ramalkan tersebut. Kaum muslimin rahimakumullah, sebenarnya bagaimanakah hal ini dalam Islam, apakah manusia mengetahui ilmu-ilmu gaib tersebut? Pembahasan kali ini insya Allah sedikit mengupas tentang kunci-kunci ilmu gaib yang hanya diketahui oleh Allah semata.
Kaum muslimin rahimakumullah, Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan hanya di sisi-Nya lah kunci-kunci ilmu gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia†(QS Al An’aam: 59). Apakah yang dimaksud kunci-kunci ilmu gaib tersebut? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -manusia yang paling memahami Al Quran- menafsirkan bahwa kunci-kunci ilmu gaib tersebut ada lima macam. Beliau bersabda yang artinya, â€Kunci-kunci ilmu gaib ada lima, hanya Allah yang mengetahuinya: tidak ada yang tahu apa yang terjadi esok hari kecuali Allah, tidak ada yang tahu apa yang dikandung oleh rahim kecuali Allah, tidak ada yang tahu kapan turun hujan kecuali Allah, tidak ada seorang pun yang tahu di bumi mana dia akan meninggal, dan tidak ada yang tahu kapan terjadi hari kiamat kecuali Allah.†(HR Bukhori)
-
18/11/2008
Siapakah Muhammad bin Abdul Wahhab?
Muhammad bin Abdul Wahhab, sebuah nama yang tidak asing di sebagian orang. Namun banyak pro dan kontra seputar sosok ini. Ada yang menilai beliau sebagai seorang ulama yang menjadi panutan. Namun di sisi lain, sebagian orang yang tidak senang dengan dakwah beliau menganggap beliau sebagai seorang yang keras bahkan pembawa aliran baru dalam Islam. Pada kesempatan kali ini, insya Allah akan sedikit kita bahas tentang sosok Muhammad bin Abdul Wahhab. Namun, karena keterbatasan tempat, hanya sedikit yang dapat kita bahas tentang beliau di lembar buletin ini. Untuk lebih lengkapnya, pembaca dapat membaca sebuah buku berjudul Meluruskan Sejarah Wahhabi yang disusun oleh Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi, kami banyak menukil dari buku tersebut, walhamdulillah.
-
18/11/2008
Tanpa Tauhid, Amal Ibadah Tidaklah Bernilai
Para pembaca yang semoga selalu mendapatkan taufik dari Allah Ta’ala. Allah menciptakan kita, tidaklah untuk dibiarkan begitu saja. Tidaklah kita diciptakan hanya untuk makan dan minum atau hidup bebas dan gembira semata. Akan tetapi, ada tujuan yang mulia dan penuh hikmah di balik itu semua yaitu melakukan ibadah kepada Sang Maha Pencipta. Ibadah ini bisa diterima hanya dengan adanya tauhid di dalamnya. Jika terdapat noda-noda syirik, maka batal lah amal ibadah tersebut.
Perlu pembaca sekalian ketahui bahwa ibadah tidak akan diterima kecuali apabila memenuhi 2 syarat: Pertama, memurnikan ibadah kepada Allah semata (tauhid) dan tidak melakukan kesyirikan. Kedua, mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibadah apapun yang tidak memenuhi salah satu dari kedua syarat ini, maka ibadah tersebut tidak diterima.
-
18/11/2008
La Ilaha Illallah, Antara yang Benar dan yang Salah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Islam dibangun di atas lima perkara: syahadat La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah, mengerjakan salat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke Mekkah dan puasa di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim). Kelima hal inilah yang kita kenal dengan sebutan rukun islam. Di antara kelima rukun islam tersebut, rukun yang paling penting adalah rukun yang pertama yaitu dua kalimat syahadat. Rukun inilah yang melandasi diterimanya keempat rukun islam serta amalan-amalan ibadah yang lain. Rukun inilah yang menjadi dasar apakah seseorang itu islam atau tidak. Namun, amat sangat disayangkan, pemahaman yang salah tentang kalimat syahadat La Ilaha Illallah beredar di sekitar kaum muslimin. Baik itu kesalahan dalam masalah keyakinan maupun amal perbuatan. Bahkan, kesalahan dalam memahami syahadat ini dapat berakibat terjatuhnya seseorang ke dalam kesyirikan. Untuk itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui manakah yang benar dan yang salah dari syahadat tersebut agar kita tidak terjatuh ke dalam kesalahan yang dapat berakibat terjerumusnya kita ke dalam dosa syirik. Allah berfirman yang artinya, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa di bawah syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (An Nisa: 48)
-
18/11/2008
Budaya Jimat di Masyarakat
Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, sungguh keadaan kaum muslimin di zaman kita sekarang ini telah sampai pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Sebagian kaum muslimin terjerumus dan asyik di dalam berbagai macam bentuk dosa. Bahkan di antara mereka ada yang terjerumus ke dalam dosa syirik. Namun yang lebih menyedihkan, mereka tidak mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan itu termasuk ke dalam dosa syirik. Padahal Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." (An Nisa: 48). Pada ayat ini, Allah menyatakan bahwa sesungguhnya dosa syirik tidak akan diampuni oleh Allah selama-lamanya kecuali jika pelaku kesyirikan tersebut bertaubat dari dosa syirik yang pernah dilakukannya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui mana sajakah perbuatan-perbuatan yang tergolong kepada dosa syirik, agar dengan demikian kita dapat terhindar dari dosa yang sangat berbahaya ini.
