Penulis
Tim Redaksi
-
04/04/2019
Janganlah Bersedih
——– Kehidupan dunia ini adalah semu. Kehidupan yang hakiki adalah akhirat. Ketahuilah, yang selamat hanyalah sedikit. Sesungguhnya tipuan dunia akan hilang. Semua kenikmatan selain surga akan sirna. Semua kesusahan selain neraka adalah…
-
28/03/2019
Kabar Gembira Untukmu yang Sedang Sakit
— Setiap manusia akan diuji oleh Allah, baik dengan hal yang disukainya maupun yang tidak disukainya. Di balik cobaan ini, terdapat hikmah yang sangat besar, yang bisa jadi tidak kita ketahui karena keterbatasan akal kita. Maka, tidak patut bagi kita untuk mencacinya. Di antara “manisnya” rasa sakit bagi seorang mukmin: 1) Menjadi kebaikan baginya ketika dia bersabar 2) Dihapus dosa-dosanya, hingga dijauhkan dari neraka 3) Mengingatkan atas kelalaiannya, sehingga kembali tunduk kepada Allah. “Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (H.R. Tirmidzi, sahih) “Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi) ”Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa cobaan di dunia.” (H.R. Baihaqi, lihat ash-Shohihah) — Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunnatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya, baik dengan perkara yang tidak disukainya, atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir Al Qur’an- menafsirkan ayat ini, “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun, di balik cobaan ini terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat dinalar oleh akal manusia. Sakit Menjadi Kebaikan Bagi Seorang Muslim Jika Dia Bersabar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur, dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar, dan ini merupakan kebaikan baginya.” (H.R. Muslim). Sakit Akan Menghapuskan Dosa Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan, dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya), ”Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Q.S. Asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” (H.R. Muslim). Sakit Akan Membawa Keselamatan dari Api Neraka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (H.R. Muslim). Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci-maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka.” (H.R. Al Bazzar, sahih). Sakit Akan Mengingatkan Hamba Atas Kelalaiannya Wahai saudaraku, sesungguhnya di antara hikmah penyakit dan musibah adalah mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mengujinya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuannya di hadapan Rabb-nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Ibnu Jarir rahimahullah menjelaskan firman Allah Ta’ala (yang artinya), ”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (Q.S. Al An’am: 42), yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku (Tafsir Ibnu Jarir). Terdapat Hikmah yang Banyak di Balik Berbagai Musibah Wahai saudaraku, ketahuilah, sesungguhnya di balik semua cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah, saudaraku, nasihat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas). Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (H.R. Tirmidzi, sahih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Aamiin. Penulis : Retno Syaputra, S.T., M.Eng. — Untukmu yang Bertahun Sakitnya Katakan pada mereka yang terkena sakit kronis dengan prognosis buruk, “Engkau bisa menghadap Allah dengan tanpa dosa sama sekali, setiap sakit dan nyeri yang mengantarkan kepada kematianmu adalah penghapus dosamu.” Katakan pada mereka yang terpukul dengan diagnosa kanker stadium IV,hibur mereka yang terkena penyakit AIDS dan sudah bertaubat.…
-
21/03/2019
LOYAL TERHADAP SESAMA MUSLIM, TEGAS DALAM PRINSIP TERHADAP ORANG KAFIR
Seorang muslim harus memegang prinsip loyalitas dan permusuhan, tidak boleh melalaikannya. Tolak ukur rasa cinta, loyalitas, dan bencinya adalah karena keimanan kepada Allah. Prinsip loyalitas yaitu kedekatan dengan sesama kaum muslimin dalam…
-
14/03/2019
Berbakti kepada Orang Tua
Al Quran menekankan sikap berbakti kepada orang tua, atas besarnya jasa kedua orang tua “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya yang mengandungnya dalam keadaan lemah…
-
07/03/2019
Ketika Bulan Rajab Menyapa
4 Bulan haram: (1) Dzulqo’dah (2) Dzulhijjah (3) Muharram (4) Rajab Makna bulan haram: 1) Diharamkan berbagai pembunuhan. 2) Larangan berbuat haram lebih ditekankan, sangat baik untuk melakukan ketaatan. Ibnu ’Abbas radhiyallahu…
-
28/02/2019
kESALAHAN DALAM SHALAT
— “… Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah salatnya. Apabila salatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila salatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi….”…
-
21/02/2019
Detik-detik Kematianmu
Apa yang dirasakan seseorang ketika ruhnya meninggalkan raga? Orang yang beriman akan didatangi segerombol malaikat berwajah putih bercahaya, lalu ruhnya dicabut dan keluar dengan mudah bak air mengalir dari mulut guci. Ruhnya…
-
07/02/2019
SHIO DAN ZODIAK ANDA HARI INI
Sebuah surat kabar membuat berita: “Simak prediksi nasibmu di Tahun Cacing”. “Kamu berzodiak Libra, ini ramalan keuanganmu”. Saudara-saudaraku yang semoga dicintai oleh Allah, tulisan kami di atas sama sekali bukan bermaksud untuk…
-
31/01/2019
“Memakan Bangkai Saudara” Tanpa Sadar
— Ghibah : Menyebutkan (menggunjing) sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu, walaupun memang benar begitu. Diantara Bahaya Ghibah 1. Amal salihnya akan diambil seukuran kezaliman yang ia perbuat, jika tidak mencukupi, maka…
-
24/01/2019
9 Solusi Seret Rezeki
Buletin At-Tauhid edisi 04 Tahun XV Allah, Yang Maha Memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, telah menjelaskan kunci-kunci rezeki, diantaranya: 1. Beriman kepada Allah Ta’ala Maka Allah akan melimpahkan berkah kepadanya 2. Bertaqwa kepada…
