Kategori
Hadits
-
02/12/2014
Faidah Doa Ilmu, Rizki, dan Amal
Buletin At-Tauhid edisi 46 tahun ke X Pembaca sekalian, do’a adalah bagian dari ibadah yang paling utama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa adalah ibadah” Kemudian beliau membaca ayat (yang artinya),…
-
06/06/2014
Terusir dari Telaga Rasul
Buletin At Tauhid Edisi 23 Tahun X BismillÄh, AllÄhumma yassir wa a’in… Bisa berjumpa dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di hari kiamat adalah dambaan setiap muslim. Terlebih Nabi shallallahu ‘alaihi wa…
-
23/05/2014
Pelajaran Dari Perjalanan Penuh Berkah
Buletin At Tauhid Edisi 21 Tahun X Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengalami satu persitiwa luar biasa yang tidak pernah dialami oleh siapapun jua. Itulah peristiwa Isra Mi’raj, diperjalankannya Rasulullah dari…
-
13/10/2011
Amalan Ringan yang Besar Pahalanya
Alhamdulillah washshalatu wassalaamu ‘ala Rasulillah. Kaum muslilmin yang dirahmati Allah, diantara yang diajarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pada kita adalah rutin mengamalkan amalan shalih meskipun amalan itu sedikit dan ringan, atau bahkan dipandang remeh oleh sebagian orang. Namun ternyata tanpa kita sangka, ternyata amalan tersebut mengandung pahala yang besar. Berikut adalah beberapa amalan yang mudah dan ringan untuk dilakukan, namun besar pahalanya, berdasarkan hadits yang shahih.
-
14/07/2011
Kritik Hadits Malam Nishfu Sya’ban
Di sebagian kalangan masyarakat masih tersebar ritual-ritual di malam Nishfu Sya’ban, entah dengan shalat atau berdo’a secara berjama’ah. Sebenarnya amalan ini muncul karena dorongan yang terdapat dalam berbagai hadits yang menceritakan tentang keutamaan malam tersebut. Lalu bagaimanakah derajat hadits yang dimaksud? Benarkah ada amalan tertentu ketika itu? Semoga tulisan kali ini bisa menjawabnya.
Penulis Tuhfatul Ahwadzi (Abul ‘Alaa Al Mubarokfuri) telah menyebutkan satu per satu hadits yang membicarakan keutamaan malam Nishfu Sya’ban. Awalnya beliau berkata, “Ketahuilah bahwa terdapat beberapa hadits mengenai keutamaan malam Nishfu Sya’ban, keseluruhannya menunjukkan bahwa hadits tersebut tidak ada ashl-nya (landasannya).†Lalu beliau merinci satu per satu hadits yang dimaksud.
