Tawakkal, Sebuah Pondasi Iman

Pentingnya Tawakkal Kepada Allah

Tawakkal kepada Allah merupakan salah satu jenis ibadah yang sangat agung, dan setiap mukmin wajib untuk senantiasa bertawakkal dan menggantungkan hatinya hanya kepada Allah, serta  bersungguhsungguh menyandarkan hati hanya kepadaNya untuk memperoleh kebaikan dan menjauhkan diri dari berbagai keburukan. Karena sesungguhnya hanya Allah yang menguasai kerajaan langit dan bumi, dan segala urusan hanya kembali kepada-Nya,sebagaimana firman Allah ta’ala:

Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ghaib baik di langit maupun di bumi, dan kepada-Nya-lah dikembalikan semua urusan, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari segala hal yang kamu kerjakan.” (QS. Hud : 123).

Allah menjadikan tawakkal kepada-Nya sebagai syarat keimanan sebagaimana dijadikan keimanan sebagai syarat keislaman dalam firmannya.

Berkata Musa, “Hai kaumku, jika kalian beriman kepada  Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kalian benar-benar orang yang berserah diri.”. Lalu mereka berkata, “Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya)  orang-orang yang kafir.” (QS. Yunus : 84-86).

Syaikh Shalih Fauzan menjelaskan tentang ayat di atas bahwa keimanan dan keislaman akan hilang apabila seseorang tidak bertawakkal kepada Allah atau bertawakkal kepada selain-Nya yang tidak memiliki landasan syariat, seperti halnya bertawakkal kepada penghuni kubur, tempat-tempat keramat dan berbagai bentuk berhala. (Al Irsyaad Ila Shahiihil I’tiqaad, hal 79).

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah juga menerangkan tentang firman Allah ta’ala, “Dan bertawakallah kalian hanya kepada Allah, jika kalian orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Maidah : 23).

Beliau  mengatakan bahwa Allah menjadikan tawakkal kepada-Nya sebagai syarat keimanan, hal ini menunjukkan keimanan tidak akan terwujud apabila tidak ada tawakkal. Semakin kuat keimanan
sesorang hamba maka tawakkalnya juga akan semakin kuat, dan apabila keimanannya lemah maka tawakkalnya juga akan semakin akan dimasukkan ke dalam golongan orangorang yang beriman. Karena Allah telah menetapkan bahwa tawakkal merupakan salah satu sifat utama orang-orang yang
beriman, sebagaimana firman-Nya,

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Allah saja mereka bertawakkal.”(QS. Al-Anfal : 2).

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa mereka bersandar dengan hati mereka, dan tidaklah berharap kepada selain Allah. Allah juga menggambarkan tentang keadaan orang  yang benar-benar beriman dengan memiliki tiga kedudukan dari kedudukan amalan ihsan yaitu perasaan takut; bertambahnya iman dan bertawakkal hanya kepada Allah. (Al Irsyaad ila Shahiihil I’tiqaad, hal 80).

Kedua, mendapatkan cinta dari Allah. Seseorang yang benar-benar bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencintainya, sebagaimana firmannya, “Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imron: 159).

Ketiga, Allah akan memberikannya rizki dan mencukupi segala kebutuhannya. Sebagaimana firman Allah, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 3).

Dan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal niscaya Allah akan memberikan rizki kepada kalian sebagaimana Allah berikan rizki kepada burung; ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, beliau -Tirmidzi- menyatakan hadits ini hasan).

Keempat, Allah akan memberikan kemudahan untuk orang yang bertawakkal. Allah berfirman : “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam
urusannya
”. (QS. Ath-Thalaq : 4).

Kelima, Allah akan menghapuskan dosadosa dan melipatgandakan pahala orang yang bertawakkal, Allah berfirman : “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahankesalahan dan akan melipat gandakan pahala baginya”. (QS. Ath-Thalaq : 5).

Begitu banyak keutamaan tawakkal yang telah dijanjikan oleh Allah ta’ala, dan kita sebagai seorang muslim hendaknya selalu menggantungkan hati dan menyerahakn segala urusan di dalam hidup ini hanya kepada Allah, tentunya disertai dengan mengambil sebab-sebab syar’i dan tidak terlarang terlebih yang menjerumuskan ke  dalam kesyirikan na’udzubillah.

Penulis : Hendra Yudi Saputro, S.T. (Alumni Ma’had Ilmi Yogyakarta)

Murojaah : Ustadz Abu Salman, BIS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *