<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buletin At-Tauhid &#187; tata cara qurban</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/tag/tata-cara-qurban/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 22:41:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Fiqh Qurban (2)</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/fiqh-qurban-2</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/fiqh-qurban-2#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 02:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[hewan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>
		<category><![CDATA[tata cara qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pembaca Buletin At Tauhid yang semoga dirahmati oleh Allah. Pada edisi kali ini, kita akan  membahas lanjutan dari pembahasan fiqih qurban pada edisi yang lalu. Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan dalam beramal sholeh. Hendaknya hewan yang diqurbankan adalah hewan yang gemuk dan sempurna. Abu Umamah bin Sahl mengatakan, ”Dahulu kami di Madinah biasa memilih hewan yang gemuk dalam berqurban. Dan memang kebiasaan kaum muslimin ketika itu adalah berqurban dengan hewan yang gemuk-gemuk.” (HR. Bukhari secara <em>mu’allaq</em> namun secara tegas dan di<em>maushul</em>kan oleh Abu Nu’aim dalam Al Mustakhraj, sanadnya hasan). Di antara ketiga jenis hewan qurban maka menurut mayoritas ulama yang paling utama adalah berqurban dengan onta, kemudian sapi kemudian kambing, jika biaya pengadaan masing-masing ditanggung satu orang (bukan urunan).</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/fiqh-qurban-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

