<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buletin At-Tauhid &#187; sabar</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/tag/sabar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 22:41:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Sabar, Syukur, dan Istighfar</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/sabar-syukur-dan-istighfar</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/sabar-syukur-dan-istighfar#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 23:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[kunci kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam kitab “<em>Ats-Tsiqat</em>” kisah ini. Dia adalah imam besar, Abu Qilabah Al-Jarmy Abdullah bin Yazid dan termasuk diantara tabi'in yang meriwayatkan dari sahabat Anas bin malik. Kisah ini diriwayatkan dari seorang mujahid yang bertugas di daerah perbatasan (<em>ribath</em>), Abdullah bin Muhammad, beliau menuturkan:</p>
<p style="text-align: justify;">Saya keluar untuk menjaga perbatasan di Uraisy Mesir. Ketika aku berjalan, aku melewati sebuah perkemahan dan aku mendengar seseorang berdoa, <em>“Ya Allah, anugerahkan aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai. Dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shalih.”</em> (Doa beliau ini merupakan kutipan dari firman Allah di surat An-Naml, ayat 19).</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/sabar-syukur-dan-istighfar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerugian yang Nyata</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/dakwah/kerugian-yang-nyata</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/dakwah/kerugian-yang-nyata#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 11:57:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=831</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, nasehat menasehati supaya menaati kebenaran, dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”</em> (QS. Al Ashr : 1-3)</p>
<p style="text-align: justify;">Allah <em>Ta’ala</em> bersumpah (dengan waktu –pent) bahwa semua manusia berada dalam kerugian dan kebinasaan. “<em>kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh”.</em> Kemudian Allah mengecualikan orang-orang yang beriman dengan amalan hati mereka dan beramal shalih dengan perbuatan mereka. “<em>nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran”</em>, yaitu mengerjakan ketaatan dan meninggalkan keharaman. “<em>Dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”</em>, yaitu bersabar menghadapi musibah, taqdir, dan gangguan orang-orang yang menentang amar ma’ruf nahi munkar. (<em>Tafsir Al Quranul ‘Azhim, Ibnu Katsir</em>)</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/dakwah/kerugian-yang-nyata/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abu Merapi Bisa Berbuah Pahala</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/nasehat/abu-merapi-bisa-berbuah-pahala</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/nasehat/abu-merapi-bisa-berbuah-pahala#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 03:06:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saat Jum’at dini hari (30/10/2010), kami mendengar kabar langsung dari saudara kami bahwa Gunung Merapi di Jogja kembali bereaksi. Gunung tersebut mengeluarkan hujan abu pekat. Segalanya adalah atas kuasa Allah. Jogja yang begitu asri akhirnya berubah menjadi lautan debu. Walaupun berada di negeri yang jauh, kami pun merasakan bagaimana berat dan susahnya mengalami musibah atau bencana seperti itu karena ke mana-mana jarak pandang pendek, penuh debu dan harus menggunakan masker. Berikut adalah beberapa nasehat berharga yang semoga bisa menjadi penghibur lara.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/nasehat/abu-merapi-bisa-berbuah-pahala/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Balik Musibah</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-balik-musibah</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-balik-musibah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 22:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah <em>Ta’ala</em>, musibah merupakan suatu kata yang tak jarang kita dengar bahkan telah akrab di telinga kita dalam beberapa tahun terakhir ini terutama di bumi pertiwi. Musibah tersebut berupa gempa bumi, tanah longsor dan lain-lain. Banyak pihak yang mengklaim bahwa musibah ini terjadi karena adanya ini dan itu. Datang orang lain lagi yang mengklaim karena ini dan itu, begitu seterusnya. Namun bagaimanakah Islam memandang musibah, apa penyebabnya dan apa obatnya serta apa hikmahnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kesempatan kali ini marilah kita pelajari sekelumit dari sebab-sebab musibah tersebut, apa obatnya dan hikmahnya sehingga kita menyembuhkan penyakit yang ada dengan merealisasikan obatnya  dan mengambil pelajaran darinya dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian apa yang insya Allah akan kami paparkan di sini hanya sekelumit dan tidak lain hanya merupakan upaya untuk mengingatkan diri kita semua.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-balik-musibah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cuma Ada Pada Seorang Mukmin</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/cuma-ada-pada-seorang-mukmin</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/cuma-ada-pada-seorang-mukmin#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 02:03:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[cobaan]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Rasulullah <em>shallallahu 'alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>"Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya."</em> (HR. Muslim)</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/cuma-ada-pada-seorang-mukmin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Di Balik Sakit</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-iii/rahasia-di-balik-sakit</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-iii/rahasia-di-balik-sakit#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 01:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun III]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[cobaan]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan <em>sunatullah</em> dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah<em> Ta’ala</em> berfirman yang artinya, <em>“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.”</em> (Al Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir Al Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan”. (<em>Tafsir Ibnu Jarir</em>). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat dinalar oleh akal manusia.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-iii/rahasia-di-balik-sakit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendefinisikan Kebahagiaan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-iii/mendefinisikan-kebahagiaan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-iii/mendefinisikan-kebahagiaan#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 14:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun III]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kebahagiaan…, sering sekali kita mendengarnya. Bahkan hampir tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang tidak ingin mendapatkannya. Namun apabila kita tanyakan kepada mereka, apakah yang mereka maksud dengan kebahagiaan, maka niscaya ribuan jawaban akan terlontar dari mulut mereka. Sekelompok orang akan mengatakan bahwa kebahagiaan adalah melimpahnya harta dan berbagai kesenangan dunia. Sekelompok orang yang lain akan mengatakan bahwa kebahagiaan adalah kebebasan untuk berkreasi dan keberhasilan menyingkap rahasia-rahasia ilmu pengetahuan. Ada lagi yang mengatakan bahwa kebahagiaan adalah ketenangan hati dan bebas dari rasa takut dan kesedihan. Saudaraku, apabila kita cermati sekali lagi sekian banyak jawaban mereka maka tidak ada jawaban yang bisa melegakan hati orang yang beriman kecuali firman Allah dan sabda Rasul-Nya serta untaian nasihat para ulama. Simaklah sebuah do'a yang indah dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab <em>rahimahullah </em>bagi setiap muslim yang membaca kitabnya <em>Al Qawa'idul Arba</em>'. Beliau berkata, "Aku memohon kepada Allah yang Maha Pemurah, Rabb pemilik Arsy yang Maha Besar, semoga Allah menjagamu di dunia dan di akhirat dan menjadikanmu mendapatkan keberkahan di manapun kamu berada, dan menjadikanmu bersyukur jika diberi nikmat, bersabar jika ditimpa cobaan dan beristighfar jika terjerumus dalam dosa. Karena sesungguhnya tiga hal itulah ciri utama kebahagiaan."</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-iii/mendefinisikan-kebahagiaan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

