<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buletin At-Tauhid &#187; puasa</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/tag/puasa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 22:41:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Jangan Sia-Siakan Puasamu</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/jangan-sia-siakan-puasamu</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/jangan-sia-siakan-puasamu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 03:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[berbuka]]></category>
		<category><![CDATA[do'a berbuka puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sahur]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=925</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Segala puji bagi Allah yang atas nikmat dan karunia-Nya sebentar lagi kita akan berjumpa dengan bulan yang penuh dengan berkah dan kemuliaan, yaitu bulan Ramadhan -insya Allah.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang muslim, tentunya kita harus antusias dalam mengisi waktu kita di bulan Ramadhan dengan amal-amal shalih yang dicintai Allah <em>ta’ala</em>. Namun, seorang muslim tidaklah akan dapat mengerjakan ibadah-ibadah yang benar serta sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya di bulan Ramadhan melainkan dia telah memiliki ilmu tentang ibadah-ibadah tersebut. Apa yang akan kami paparkan berikut ini merupakan kelanjutan dari pembahasan hukum seputar puasa pekan lalu.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/jangan-sia-siakan-puasamu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syarat, Rukun, dan Pembatal Puasa</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/syarat-rukun-dan-pembatal-puasa</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/syarat-rukun-dan-pembatal-puasa#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 03:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[rukun puasa]]></category>
		<category><![CDATA[syarat puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=923</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah <em>ta’ala</em>, bulan yang mulia dan agung beberapa hari lagi mendatangi kita. Di dalam bulan Ramadhan itu pula, kita sebagai seorang muslim diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk menunaikan puasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana firman Allah <em>ta’ala</em> (yang artinya), <em>“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”</em> (QS. Al Baqarah: 183). Maka wajib bagi seorang muslim mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan ibadah puasa, seperti syarat wajib puasa, syarat syahnya puasa, rukun puasa, pembatal-pembatal puasa, dan lainnya. Dan pada edisi ini, kami akan membahas mengenai syarat, rukun, dan pembatal Puasa.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/syarat-rukun-dan-pembatal-puasa/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Zakat Fithri</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/panduan-zakat-fithri</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/panduan-zakat-fithri#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 22:15:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[panduan zakat fithri]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[zakat fithri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Zakat secara bahasa berarti <em>an namaa’</em> (tumbuh), <em>az ziyadah</em> (bertambah), <em>ash sholah</em> (perbaikan), menjernihkan sesuatu dan sesuatu yang dikeluarkan dari pemilik untuk menyucikan dirinya. Fithri sendiri berasal dari kata <em>ifthor</em>, artinya berbuka (tidak berpuasa). Zakat disandarkan pada kata <em>fithri</em> karena fithri (tidak berpuasa lagi) adalah sebab dikeluarkannya zakat tersebut. Ada pula ulama yang menyebut zakat ini dengan sebutan “<em>fithroh</em>”, yang berarti fitrah/ naluri. An Nawawi mengatakan bahwa untuk harta yang dikeluarkan sebagai zakat fithri disebut dengan “<em>fithroh</em>”. Istilah ini digunakan oleh para pakar fikih. Sedangkan menurut istilah, zakat fithri berarti zakat yang diwajibkan karena berkaitan dengan waktu <em>ifthor</em> (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/panduan-zakat-fithri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amalan Keliru Di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/amalan-keliru-di-bulan-ramadhan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/amalan-keliru-di-bulan-ramadhan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 22:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Para pembaca At Tauhid yang semoga selalu mendapatkan limpahan barokah dari Allah. Tidak terasa tinggal menghitung hari lagi kita akan menginjak bulan Ramadhan. Melanjutkan edisi ramadhan sebelumnya, saat ini At Tauhid akan mengangkat tema amalan keliru di bulan Ramadhan. Selain itu, kami akan menyebutkan beberapa hadits lemah dan palsu yang sering tersebar di tengah-tengah kaum muslimin berkaitan dengan bulan Ramadhan. Pembahasan ini sengaja kami angkat agar dapat meluruskan berbagai kekeliruan yang selama ini terjadi. Karena sungguh amalan tanpa petunjuk dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </em>itu hanya sia-sia belaka. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, “<em>Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada tuntunan dari kami, maka amalannya tertolak</em>.” (HR. Muslim)</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/amalan-keliru-di-bulan-ramadhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Hukum Puasa Ramadhan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/seputar-hukum-puasa-ramadhan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/seputar-hukum-puasa-ramadhan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 02:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[rukun puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Telah kita ketahui bersama bahwa puasa Ramadhan adalah bagian dari rukun Islam, sehingga bangunan Islam pun bisa tegak dengan adanya salah satu rukun ini.  Bukti wajibnya puasa disebutkan dalam firman Allah (yang artinya), “<em>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa</em>.” (QS. Al Baqarah: 183). Puasa ramadhan ini diwajibkan bagi setiap muslim, berakal, sudah baligh, dalam keadaan sehat dan dalam keadaan mukim. Pada edisi kali ini, buletin At Tauhid akan mengangkat beberapa hal yang berkaitan dengan hukum puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/seputar-hukum-puasa-ramadhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puasa Sunnah dalam Setahun</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/puasa-sunnah-dalam-setahun</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/puasa-sunnah-dalam-setahun#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 07:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=650</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Puasa sunnah adalah amalan yang dapat melengkapi kekurangan amalan wajib. Selain itu pula puasa sunnah dapat meningkatkan derajat seseorang menjadi wali Allah yang terdepan (<em>as saabiqun al muqorrobun</em>). Lewat amalan sunnah inilah seseorang akan mudah mendapatkan cinta Allah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi, “<em>Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya</em>” (HR. Bukhari no. 2506). Pada kesempatan kali ini, Buletin At Tauhid mencoba mengangkat pembahasan puasa sunnah yang bisa diamalkan sesuai tuntunan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Semoga bermanfaat.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/puasa-sunnah-dalam-setahun/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Faedah Puasa Syawal</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/lima-faedah-puasa-syawal</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/lima-faedah-puasa-syawal#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 22:48:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[faedah puasa syawal]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa syawal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Alhamdulillah</em>, kita saat ini telah berada di bulan Syawal. Kita juga sudah mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Apa saja faedah melaksanakan puasa tersebut? Itulah yang akan kami hadirkan ke tengah-tengah pembaca pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/lima-faedah-puasa-syawal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

