<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buletin At-Tauhid &#187; hikmah</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/tag/hikmah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 22:41:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Di Balik Musibah</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-balik-musibah</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-balik-musibah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 22:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah <em>Ta’ala</em>, musibah merupakan suatu kata yang tak jarang kita dengar bahkan telah akrab di telinga kita dalam beberapa tahun terakhir ini terutama di bumi pertiwi. Musibah tersebut berupa gempa bumi, tanah longsor dan lain-lain. Banyak pihak yang mengklaim bahwa musibah ini terjadi karena adanya ini dan itu. Datang orang lain lagi yang mengklaim karena ini dan itu, begitu seterusnya. Namun bagaimanakah Islam memandang musibah, apa penyebabnya dan apa obatnya serta apa hikmahnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kesempatan kali ini marilah kita pelajari sekelumit dari sebab-sebab musibah tersebut, apa obatnya dan hikmahnya sehingga kita menyembuhkan penyakit yang ada dengan merealisasikan obatnya  dan mengambil pelajaran darinya dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian apa yang insya Allah akan kami paparkan di sini hanya sekelumit dan tidak lain hanya merupakan upaya untuk mengingatkan diri kita semua.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-balik-musibah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmah di Balik Puasa Ramadhan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/hikmah-di-balik-puasa-ramadhan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/hikmah-di-balik-puasa-ramadhan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 05:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah puasa ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Para pembaca yang semoga selalu dirahmati oleh Allah <em>Ta’ala</em>. Kita sudah mengetahui bersama bahwa puasa Ramadhan itu diwajibkan bagi setiap muslim, yang baligh, berakal, dalam kondisi sehat, bermukim, serta suci dari haidh dan nifas. Lalu apa hikmah di balik melakukan ibadah puasa ini? Hikmahnya begitu banyak. Sebagian dari kalam ulama mengenai <strong>hikmah puasa Ramadhan</strong>, kami sarikan berikut ini.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/hikmah-di-balik-puasa-ramadhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Penting Tawakkal</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/arti-penting-tawakkal</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/arti-penting-tawakkal#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 00:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[taufiq]]></category>
		<category><![CDATA[tawakkal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tawakkal adalah menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan penuh kepercayaan kepadaNya disertai mengambil sebab yang diizinkan syariat. (<em>Qoulul Mufid</em> 2/52). Berdasarkan pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa tawakkal yang dilakukan seseorang bisa dinilai sebagai tawakkal yang dibenarkan jika terpenuhi <span style="text-decoration: underline;">dua syarat</span>: [1] Kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah dan [2] Menggunakan sebab yang diizinkan syariat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita ketahui bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah orang yang paling bertawakkal kepada Allah. Meskipun demikian, dalam perjalanan dakwahnya, beliau melakukan usaha dan menggunakan beberapa sebab yang diziinkan syariat. Ketika hijrah ke Madinah beliau menyewa orang badui yang bernama Abdullah bin ‘Uraiqith untuk dijadikan sebagai penunjuk jalan. Kita paham betul bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yakin Allah bisa menunjukkan jalan hijrahnya. Namun Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tetap menyewa orang lain sebagai penunjuk jalannya menuju Madinah. Ini hanya sekelumit contoh dari sekian perjalanan dakwah beliau.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya Allah, Dzat yang Hakim, dengan hikmahNya, Dia menjadikan segala sesuatu itu ada sebabnya. Maka bagian dari keyakinan terhadap hikmah Allah adalah menggunakan sebab yang diizinkan syariat ketika hendak menmperoleh sesuatu. Sebaliknya orang yang melakukan sesuatu namun tidak menggunakan sebab yang diizinkan syariat maka dia dianggap telah mengingkari hikmah Allah.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/arti-penting-tawakkal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Di Balik Sakit</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-iii/rahasia-di-balik-sakit</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-iii/rahasia-di-balik-sakit#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 01:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun III]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[cobaan]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan <em>sunatullah</em> dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah<em> Ta’ala</em> berfirman yang artinya, <em>“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.”</em> (Al Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir Al Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan”. (<em>Tafsir Ibnu Jarir</em>). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat dinalar oleh akal manusia.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-iii/rahasia-di-balik-sakit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

