<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Shalat Tarawih</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 05:31:19 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: Malam Lailatul Qodr &#124; Islamic Center Mu&#039;adz Bin Jabal Kendari</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih/comment-page-1#comment-3019</link>
		<dc:creator>Malam Lailatul Qodr &#124; Islamic Center Mu&#039;adz Bin Jabal Kendari</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 02:51:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=393#comment-3019</guid>
		<description>[...] menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Menantikan Malam Lailatul Qadar &#124; Make Your Life More Meaningful</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih/comment-page-1#comment-2278</link>
		<dc:creator>Menantikan Malam Lailatul Qadar &#124; Make Your Life More Meaningful</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 05:23:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=393#comment-2278</guid>
		<description>[...] menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: MEDIA PENCARI ILMU &#187; Blog Archive &#187; Menantikan Malam Lailatul Qadar</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih/comment-page-1#comment-1969</link>
		<dc:creator>MEDIA PENCARI ILMU &#187; Blog Archive &#187; Menantikan Malam Lailatul Qadar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 09:32:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=393#comment-1969</guid>
		<description>[...] menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] menghidupkan malam lailatul qadar dengan shalat akan mendapatkan pengampunan dosa. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iffah</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih/comment-page-1#comment-1908</link>
		<dc:creator>Iffah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 10:43:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=393#comment-1908</guid>
		<description>Tentang Tarawih

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu &#039;alaihi wa Sallam pada suatu malam shalat di masjid lalu para sahabat mengikuti shalat  Beliau, kemudian pada malam berikutnya (malam kedua) Beliau shalat maka manusia semakin banyak (yang mengikuti shalat Nabi n), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam keempat. Maka Rasulullah Shallallahu &#039;alaihi wa Sallam tidak keluar pada mereka, lalu ketika pagi harinya Beliau bersabda: ‘Sungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kalian kecuali sesungguhnya aku khawatir akan diwajibkan pada kalian,’ dan (peristiwa) itu terjadi di bulan Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaih)

&quot;Artinya : Dari Jabir bin Abdullah radyillahu &#039;anhum, ia berkata : Rasulullah Shallallahu &#039;alaihi wa Sallam pernah shalat bersama kami di bulan Ramadhan (sebanyak) delapan raka&#039;at dan witir (satu raka&#039;at). Maka pada hari berikutnya kami berkumpul di masjid dan mengharap beliau keluar (untuk shalat), tetapi tidak keluar hingga masuk waktu pagi, kemudian kami masuk kepadanya, lalu kami berkata : Ya Rasulullah ! Tadi malam kami telah berkumpul di masjid  dan kami harapkan engkau mau shalat bersama kami, maka sabdanya &quot;Sesungguhnya aku khawatir (shalat itu) akan diwajibkan atas kamu sekalian&quot;.(Hadits Riwayat Thabrani dan Ibnu Nashr)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tentang Tarawih</p>
<p>“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam pada suatu malam shalat di masjid lalu para sahabat mengikuti shalat  Beliau, kemudian pada malam berikutnya (malam kedua) Beliau shalat maka manusia semakin banyak (yang mengikuti shalat Nabi n), kemudian mereka berkumpul pada malam ketiga atau malam keempat. Maka Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam tidak keluar pada mereka, lalu ketika pagi harinya Beliau bersabda: ‘Sungguh aku telah melihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kalian kecuali sesungguhnya aku khawatir akan diwajibkan pada kalian,’ dan (peristiwa) itu terjadi di bulan Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Jabir bin Abdullah radyillahu &#8216;anhum, ia berkata : Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa Sallam pernah shalat bersama kami di bulan Ramadhan (sebanyak) delapan raka&#8217;at dan witir (satu raka&#8217;at). Maka pada hari berikutnya kami berkumpul di masjid dan mengharap beliau keluar (untuk shalat), tetapi tidak keluar hingga masuk waktu pagi, kemudian kami masuk kepadanya, lalu kami berkata : Ya Rasulullah ! Tadi malam kami telah berkumpul di masjid  dan kami harapkan engkau mau shalat bersama kami, maka sabdanya &#8220;Sesungguhnya aku khawatir (shalat itu) akan diwajibkan atas kamu sekalian&#8221;.(Hadits Riwayat Thabrani dan Ibnu Nashr)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih/comment-page-1#comment-833</link>
		<dc:creator>Muhammad Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 06:08:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=393#comment-833</guid>
		<description>Kepada Abu Azzam, silakan lihat tulisan lengkap kami tentang shalat tarawih di muslim.or.id. Sudah kami bahas alasan2 untuk menjawab pertanyaan antum. Silakan klik di link berikut:

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih.html

Semoga bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada Abu Azzam, silakan lihat tulisan lengkap kami tentang shalat tarawih di muslim.or.id. Sudah kami bahas alasan2 untuk menjawab pertanyaan antum. Silakan klik di link berikut:</p>
<p><a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih.html</a></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abu Azzam</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih/comment-page-1#comment-832</link>
		<dc:creator>Abu Azzam</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:18:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=393#comment-832</guid>
		<description>saya mau bertanya, baru-baru ini saya diskusi dengan teman soal ini dan katanya sebagai berikut: (saya copas aja)
***
Sedikit koreksi,
Setahu saya shalat tarawih yang shahih dari Nabi itu 11 raka&#039;at.
Dan yang 23 raka&#039;at itu riwayatnya dha&#039;if sekali.
Kalau pun shahih, petunjuk dari Nabi lebih pantas diikuti.

Dan pengalaman saya pertama kali shalat tarawih 23 raka&#039;at di Bogor,
shalatnya itu cepet banget, tidak ada ketenangan (thuma&#039;ninah: rukun shalat).
Jadi heran, sah nggak shalatnya?

Silahkan baca buku Shalat Tarawih oleh Syaikh al-Albani.
***
mana yang benar? terus terang saya jadi bingung, terutama kalau disekitar kita masjidnya 23 semua, kalau ada yang 11 sih gak masalah karena saya akan ikut yang 11 itu..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau bertanya, baru-baru ini saya diskusi dengan teman soal ini dan katanya sebagai berikut: (saya copas aja)<br />
***<br />
Sedikit koreksi,<br />
Setahu saya shalat tarawih yang shahih dari Nabi itu 11 raka&#8217;at.<br />
Dan yang 23 raka&#8217;at itu riwayatnya dha&#8217;if sekali.<br />
Kalau pun shahih, petunjuk dari Nabi lebih pantas diikuti.</p>
<p>Dan pengalaman saya pertama kali shalat tarawih 23 raka&#8217;at di Bogor,<br />
shalatnya itu cepet banget, tidak ada ketenangan (thuma&#8217;ninah: rukun shalat).<br />
Jadi heran, sah nggak shalatnya?</p>
<p>Silahkan baca buku Shalat Tarawih oleh Syaikh al-Albani.<br />
***<br />
mana yang benar? terus terang saya jadi bingung, terutama kalau disekitar kita masjidnya 23 semua, kalau ada yang 11 sih gak masalah karena saya akan ikut yang 11 itu..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Abduh Tuasikal</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/menghidupkan-malam-ramadhan-dengan-shalat-tarawih/comment-page-1#comment-805</link>
		<dc:creator>Muhammad Abduh Tuasikal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 11:45:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=393#comment-805</guid>
		<description>@ yang menanyakan shalat tarawih empat raka&#039;at empat raka&#039;at, dasar mereka adalah hadits berikut ini.

يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat 4 raka’at, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya. Kemudian beliau melaksanakan shalat 4 raka’at lagi, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya.” (HR. Bukhari no. 3569 dan Muslim no. 738)

An Nawawi pun menjelaskan bahwa tekstual hadits di atas menunjukkan bolehnya shalat malam empat raka&#039;at dan empat raka&#039;at.

Namun yang lebih tepat adalah dua raka&#039;at dua raka&#039;at. Sebagaimana terdapat dalam hadits,

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى 
“Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at. (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun empat raka&#039;at yang dimaksudkan dalam hadits Aisyah sebelumnya adalah istirahat pada raka&#039;at keemapat namun shalatnya tetap dilakukan dua raka&#039;at dua raka&#039;at.

Demikian. Semoga bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ yang menanyakan shalat tarawih empat raka&#8217;at empat raka&#8217;at, dasar mereka adalah hadits berikut ini.</p>
<p>يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ<br />
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat 4 raka’at, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya. Kemudian beliau melaksanakan shalat 4 raka’at lagi, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya.” (HR. Bukhari no. 3569 dan Muslim no. 738)</p>
<p>An Nawawi pun menjelaskan bahwa tekstual hadits di atas menunjukkan bolehnya shalat malam empat raka&#8217;at dan empat raka&#8217;at.</p>
<p>Namun yang lebih tepat adalah dua raka&#8217;at dua raka&#8217;at. Sebagaimana terdapat dalam hadits,</p>
<p>صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى<br />
“Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at. (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Adapun empat raka&#8217;at yang dimaksudkan dalam hadits Aisyah sebelumnya adalah istirahat pada raka&#8217;at keemapat namun shalatnya tetap dilakukan dua raka&#8217;at dua raka&#8217;at.</p>
<p>Demikian. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

