<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buletin At-Tauhid</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 03:34:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Beribadah Bukan Hanya Sesaat dan 8 Kemungkaran di Hari Raya</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/nasehat/beribadah-bukan-hanya-sesaat-dan-8-kemungkaran-di-hari-raya</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/nasehat/beribadah-bukan-hanya-sesaat-dan-8-kemungkaran-di-hari-raya#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 03:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[idul fithri]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bulan Ramadhan, sungguh membawa berbagai berkah. Lihat saja bagaimana di bulan suci tersebut marak sekali berbagai aktivitas ibadah di berbagai masjid. Mulai dari orang-orang rajin ke masjid untuk melaksanakan shalat lima waktu dan shalat tarawih. Begitu pula kegiatan rutin tadarusan setiap malamnya. Ini semua merupakan tanda keberkahan bulan tersebut. Namun, kadangkala kita saksikan bahwa ibadah-ibadah yang dilakukan ini hanya musiman. Contohnya saja, shalat lima waktu. Di bulan Ramadhan, boleh jadi rajin bukan kepalang. Setelah bulan Ramadhan, seakan-akan tidak ada bekas yang tersisa atau mungkin sudah semakin diremehkan karena sering bolongnya dalam mengerjakan shalat.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/nasehat/beribadah-bukan-hanya-sesaat-dan-8-kemungkaran-di-hari-raya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Zakat Fithri</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/panduan-zakat-fithri</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/panduan-zakat-fithri#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 22:15:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[panduan zakat fithri]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[zakat fithri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Zakat secara bahasa berarti <em>an namaa’</em> (tumbuh), <em>az ziyadah</em> (bertambah), <em>ash sholah</em> (perbaikan), menjernihkan sesuatu dan sesuatu yang dikeluarkan dari pemilik untuk menyucikan dirinya. Fithri sendiri berasal dari kata <em>ifthor</em>, artinya berbuka (tidak berpuasa). Zakat disandarkan pada kata <em>fithri</em> karena fithri (tidak berpuasa lagi) adalah sebab dikeluarkannya zakat tersebut. Ada pula ulama yang menyebut zakat ini dengan sebutan “<em>fithroh</em>”, yang berarti fitrah/ naluri. An Nawawi mengatakan bahwa untuk harta yang dikeluarkan sebagai zakat fithri disebut dengan “<em>fithroh</em>”. Istilah ini digunakan oleh para pakar fikih. Sedangkan menurut istilah, zakat fithri berarti zakat yang diwajibkan karena berkaitan dengan waktu <em>ifthor</em> (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/panduan-zakat-fithri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lailatul Qadar</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/lailatul-qadar</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/lailatul-qadar#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 22:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[i'tikaf]]></category>
		<category><![CDATA[lailatul qadar]]></category>
		<category><![CDATA[malam lailatul qadar]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=684</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Lailatul qadar adalah malam yang penuh keberkahan (bertambahnya kebaikan). Allah <em>Ta’ala</em> berfirman (yang artinya), “<em>Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah</em>.” (QS. Ad Dukhan: 3-4). Malam yang diberkahi dalam ayat ini adalah malam lailatul qadar sebagaimana ditafsirkan pada surat Al Qadar. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman (yang artinya), “<em>Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan</em>.” (QS. Al Qadar: 1)</p>
<p style="text-align: justify;">Keberkahan dan kemuliaan yang dimaksud disebutkan dalam ayat selanjutnya (yang artinya), “<em>Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar</em>.” (QS. Al Qadar: 3-5). Sebagaimana kata Abu Hurairah, malaikat akan turun pada malam lailatul qadar dengan jumlah tak terhingga. Malaikat akan turun membawa kebaikan dan keberkahan sampai terbitnya waktu fajar.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/lailatul-qadar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Shalat Tarawih</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/panduan-shalat-tarawih</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/panduan-shalat-tarawih#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 02:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[shalat tarawih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=678</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Shalat tarawih termasuk <em>qiyamul lail</em> atau shalat malam. Akan tetapi shalat tarawih ini dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih ini adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan. Para ulama sepakat bahwa shalat tarawih hukumnya adalah sunnah (dianjurkan). Shalat ini dianjurkan bagi laki-laki dan perempuan. Shalat tarawih merupakan salah satu syi’ar Islam. Shalat tarawih lebih afhdol dilaksanakan secara berjama’ah sebagaimana dilakukan oleh ‘Umar bin Al Khottob dan para sahabat <em>radhiyallahu ‘anhum. </em>Kaum muslimin pun terus menerus melakukan shalat tarawih secara berjama’ah karena merupakan syi’ar Islam yang begitu nampak sehingga serupa dengan shalat ‘ied.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/panduan-shalat-tarawih/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amalan Keliru Di Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/amalan-keliru-di-bulan-ramadhan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/amalan-keliru-di-bulan-ramadhan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 22:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Para pembaca At Tauhid yang semoga selalu mendapatkan limpahan barokah dari Allah. Tidak terasa tinggal menghitung hari lagi kita akan menginjak bulan Ramadhan. Melanjutkan edisi ramadhan sebelumnya, saat ini At Tauhid akan mengangkat tema amalan keliru di bulan Ramadhan. Selain itu, kami akan menyebutkan beberapa hadits lemah dan palsu yang sering tersebar di tengah-tengah kaum muslimin berkaitan dengan bulan Ramadhan. Pembahasan ini sengaja kami angkat agar dapat meluruskan berbagai kekeliruan yang selama ini terjadi. Karena sungguh amalan tanpa petunjuk dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </em>itu hanya sia-sia belaka. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, “<em>Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada tuntunan dari kami, maka amalannya tertolak</em>.” (HR. Muslim)</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/amalan-keliru-di-bulan-ramadhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Hukum Puasa Ramadhan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/seputar-hukum-puasa-ramadhan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/seputar-hukum-puasa-ramadhan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 02:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[rukun puasa]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=667</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Telah kita ketahui bersama bahwa puasa Ramadhan adalah bagian dari rukun Islam, sehingga bangunan Islam pun bisa tegak dengan adanya salah satu rukun ini.  Bukti wajibnya puasa disebutkan dalam firman Allah (yang artinya), “<em>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa</em>.” (QS. Al Baqarah: 183). Puasa ramadhan ini diwajibkan bagi setiap muslim, berakal, sudah baligh, dalam keadaan sehat dan dalam keadaan mukim. Pada edisi kali ini, buletin At Tauhid akan mengangkat beberapa hal yang berkaitan dengan hukum puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/seputar-hukum-puasa-ramadhan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sering Terucap, Luput Dari Renungan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/sering-terucap-luput-dari-renungan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/sering-terucap-luput-dari-renungan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 22:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>
		<category><![CDATA[do'a]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[laa ilaha illallah]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=659</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Nampaknya, banyak diantara kita belum merenungkan secara mendalam, ayat Qur'an, dzikir dan doa yang hampir setiap hari terucap dari lisan kita, yang sebenarnya sangat lugas mengikrarkan konsep Tauhid yang benar. Ya, konsep Tauhid yang diajarkan Islam sesungguhnya sangat bisa dipahami dari dzikir, doa dan ayat-ayat sederhana yang sering dibaca oleh kebanyakan kita. Beberapa diantaranya akan dibahas pada tulisan ini.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/sering-terucap-luput-dari-renungan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.290 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-09-02 23:04:35 -->
