<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buletin At-Tauhid</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 23:02:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Mengimani Para Utusan Allah</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengimani-para-utusan-allah</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengimani-para-utusan-allah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 22:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VIII]]></category>
		<category><![CDATA[iman kepada rasul]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=1018</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terdapat banyak dalil yang menunjukkan wajibnya beriman kepada para rasul, di antaranya adalah firman Allah (yang artinya): “<em>Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kiamat, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi</em>” (QS.Al Baqarah: 177). Dan juga firman Allah (yang artinya): “<em>Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya (mereka mengatakan): ’Kita tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang  lain) dan rasul-rasul-Nya’, dan mereka mengatakan “Kami dengar dan kami taat…</em>” (QS. Al Baqarah: 285)</p>
<p style="text-align: justify;">Pada ayat-ayat di atas Allah <em>Ta’ala</em> menggabungkan antara keimanan kepada para rasul dengan keimanan terhadap diri-Nya, malaikat-malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya. Allah menghukumi kafir orang yang membedakan antara keimanan kepada Allah dan para rasul, mereka iman terhadap sebagian tetapi kafir tehadap sebagian yang lain (<em>Al Irsyaad ilaa Shahiihil I’tiqaad</em> hal. 146)</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengimani-para-utusan-allah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Syirik Ashgar</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengenal-syirik-ashgar</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengenal-syirik-ashgar#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 23:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VIII]]></category>
		<category><![CDATA[riya']]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[syirik asghar]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di menjelaskan, “Dan tidak ada perbuatan yang lebih jelek dan lebih jahat daripada seorang yang menyamakan Allah, Raja yang menjaga seluruh makhlukNya dengan makhluk yang berasal dari tanah. Menyamakan Allah yang mengatur segala urusan dengan makhluk yang tidak mengatur urusan sama sekali. Menyamakan Allah yang Maha sempurna dan Maha kaya dengan makhluk yang penuh kekurangan dan miskin dari segala sisi. Menyamakan Allah yang memberikan semua nikmat, baik berupa agama dan dunia, dengan makhluk yang tidak bisa memberikan nikmat walaupun sebesar dzarrah. Maka kedzaliman mana lagi yang lebih besar daripada perbuatan syirik?” <em>(Taisir Karimirrahman, tafsir surat Luqman ayat 13)</em></p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengenal-syirik-ashgar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Syirik Akbar</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tentang-syirik-akbar</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tentang-syirik-akbar#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 02:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VIII]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[syirik akbar]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=1008</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Syirik adalah lawan dari tauhid. Jika yang dimaksud dengan tauhid adalah mengesakan dan mengkhususkan Allah dalam  perbuatanNya (<em>rububiyah</em>), dalam hal ibadah (<em>uluhiyah</em>), dan dalam hal nama dan sifatNya (<em>asma’ wa sifat</em>), maka syirik adalah kebalikannya, yaitu menyekutukan Allah dalam hal yang sebenarnya menjadi kekhususan bagi Allah, baik dalam perbuatanNya (<em>rububiyah</em>), dalam hal ibadah (<em>uluhiyah</em>), atau dalam hal nama dan sifatNya (<em>asma’ wa sifat</em>).</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tentang-syirik-akbar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shalat Jama&#8217;ah</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/shalat-jamaah</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/shalat-jamaah#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 02:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VIII]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[aturan shalat jama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jama'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=1005</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Disebutkan dalam sebuah riwayat, Ibnu Mas'ud pernah mengatakan: “Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah kelak di akhirat sebagai seorang muslim maka hendaklah dia menjaga sholat-sholat wajib itu dengan menghadirinya ketika adzan dikumandangkan....... Sungguh, aku teringat, dahulu jika ada orang yang sengaja meninggalkan sholat jama’ah, dia pasti orang munafiq yang diketahui dengan jelas kemunafikannya. Dulu pernah ada seorang sahabat yang dibawa ke masjid dengan dipapah oleh dua orang, kemudian ditempatkan di shaf.” (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">MasyaaAllah, sehebat itukah status shalat berjama’ah di mata para sahabat. Unsur <em>benefit</em> (kemanfaatan) pada shalat jama’ah telah memotivasi mereka untuk hadir, walaupun harus dipapah menuju masjid. Sementara kebiasaan shalat jama’ah yang telah menyatu dengan kehidupan beragama, menyebabkan orang yang tidak menghadirinya layak untuk dicap sebagai seorang munafik.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sini, kita tidak sedang membahas keutamaan shalat berjama’ah. Karena saya sangat yakin, setiap muslim sadar, shalat berjama’ah memiliki keutamaan yang lebih besar dari pada shalat sendiri. Yang lebih penting adalah bagaimana anda memiliki motivasi untuk shalat berjama’ah, sehingga anda bisa meneladani semangat sahabat dalam menghadiri shalat jama’ah.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/shalat-jamaah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Surga</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/kunci-surga</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/kunci-surga#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 23:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VIII]]></category>
		<category><![CDATA[kunci surga]]></category>
		<category><![CDATA[laa ilaha illallah]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Tidak ada kalimat yang lebih agung, lebih menggetarkan hati, dan lebih berpengaruh bagi jiwa daripada kalimat tauhid. Kalimat itulah yang menjadi kunci surga, pondasi agama, pembatas antara kebahagiaan dan kesengsaraan serta kemuliaan dan kehinaan. Laa ilaaha illallah adalah rukun Islam yang pertama, cabang iman yang tertinggi, kewajiban pertama dan terakhir manusia. Kenalilah maknanya, amalkanlah konsekuensinya, dan berpegang teguhlah di atasnya hingga mati, itulah jalan menuju kebahagiaan abadi.</em></p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/kunci-surga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lalai dari Belajar Islam</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/nasehat/lalai-dari-belajar-islam</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/nasehat/lalai-dari-belajar-islam#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 22:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VIII]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu agama]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=997</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tuntunan zaman dan semakin canggihnya teknologi menuntut generasi muda untuk bisa melek akan hal itu. Sehingga orang tua pun berlomba-lomba bagaimana bisa menjadikan anaknya pintar komputer dan lancar bercuap-cuap <em>ngomong</em> English. Namun sayangnya karena porsi yang berlebih terhadap ilmu dunia sampai-sampai karena mesti anak belajar di tempat les sore hari, kegiatan belajar Al Qur’an pun dilalaikan. Lihatlah tidak sedikit dari generasi muda saat ini yang tidak bisa baca Qur’an, bahkan ada yang sampai buku Iqro’ pun tidak tahu.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/nasehat/lalai-dari-belajar-islam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Interaksi dengan Non Muslim</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/interaksi-dengan-non-muslim</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/interaksi-dengan-non-muslim#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 23:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[bara']]></category>
		<category><![CDATA[non muslim]]></category>
		<category><![CDATA[wara']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=991</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah kami membahas berkenaan dengan ucapan selamat natal, agar tidak disalahpahami, sekarang kami akan utarakan beberapa hal yang mestinya diketahui bahwa hal-hal ini tidak termasuk loyal (<em>wala’</em>) pada orang kafir. Dalam penjelasan kali ini akan dijelaskan bahwa ada sebagian bentuk muamalah dengan mereka yang hukumnya wajib, ada yang sunnah dan ada yang cuma sekedar dibolehkan.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/interaksi-dengan-non-muslim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

