<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Buletin At-Tauhid</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 23:03:49 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kalimat Syahadat dalam Sorotan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/kalimat-syahadat-dalam-sorotan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/kalimat-syahadat-dalam-sorotan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 22:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>

		<category><![CDATA[laa ilaha illallah]]></category>

		<category><![CDATA[syahadat]]></category>

		<category><![CDATA[syirik]]></category>

		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=533</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Masih terngiang-ngiang di telinga kita apa yang dikatakan guru agama kita di bangku sekolah dasar ketika menerangkan mengenai makna kalimat tauhid <em>‘laa ilaha illallah’</em>. Guru kita akan mengajarkan bahwa kalimat <em>‘laa ilaha illallah’</em> itu bermakna ‘Tiada Tuhan selain Allah’. Namun apakah tafsiran kalimat yang mulia ini sudah benar? Sudahkah penafsiran ini sesuai dengan yang diinginkan al-Qur’an dan Al Hadits? Pertanyaan seperti ini seharusnya kita ajukan agar kita memiliki aqidah yang benar yang selaras dengan al-Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman generasi terbaik umat ini (baca: <em>salafush sholih</em>).</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/kalimat-syahadat-dalam-sorotan/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Musim Hujan Telah Tiba</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/musim-hujan-telah-tiba</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/musim-hujan-telah-tiba#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 22:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heri</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>

		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<category><![CDATA[do'a ketika hujan]]></category>

		<category><![CDATA[fiqih seputar hujan]]></category>

		<category><![CDATA[hujan]]></category>

		<category><![CDATA[manfaat hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Allah telah menurunkan hujan sebagai rahmat di saat dibutuhkan oleh seluruh makhluk. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman (yang artinya), “<em>Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.</em>” (QS. Asy Syuura: 28). Yang dimaksudkan dengan rahmat di sini adalah hujan sebagaimana dikatakan oleh Maqotil.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/musim-hujan-telah-tiba/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Awas, Bahaya Syirik Di Sekitar Anda</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/awas-bahaya-syirik-di-sekitar-anda</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/awas-bahaya-syirik-di-sekitar-anda#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 09:51:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>

		<category><![CDATA[bahaya syirik]]></category>

		<category><![CDATA[syirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Apa itu syirik? Syirik kepada Allah adalah menjadikan sesuatu selain Allah sebagai tandingan bagi Allah dalam hal peribadahan, baik itu berdo'a kepadanya, meminta syafaat kepadanya, bertawakkal kepadanya, meminta pertolongan kepadanya, bernadzar untuknya, menyembelih dengan namanya, atau berkeyakinan bahwa dia dapat memberi manfaat dan menolak musibah.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/awas-bahaya-syirik-di-sekitar-anda/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masuk Surga Tanpa Hisab dan Tanpa Adzab</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/masuk-surga-tanpa-hisab-dan-tanpa-adzab</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/masuk-surga-tanpa-hisab-dan-tanpa-adzab#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 22:31:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>

		<category><![CDATA[adzab]]></category>

		<category><![CDATA[hisab]]></category>

		<category><![CDATA[kay]]></category>

		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<category><![CDATA[syirik]]></category>

		<category><![CDATA[tathayur]]></category>

		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<category><![CDATA[tawakal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pembaca yang dimuliakan oleh Allah <em>ta’ala</em>, kebahagiaan yang hakiki dalam hidup ini adalah ketika seorang hamba dijauhkan oleh Allah <em>ta’ala</em> dari siksa api neraka dan ketika Allah memasukkannya ke dalam surga-Nya. Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), “<em>Barangsiapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan, dan bukanlah kehidupan dunia melainkan kehidupan yang menipu.</em>” (QS. ‘Ali Imran: 185) Syaikh As Sa’diy <em>rahimahullah</em> mengatakan, “Orang yang memperoleh kemenangan adalah mereka yang selamat dari adzab yang pedih, dia bisa menikmati berbagai macam kenikmatan di surga. Kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata manusia sebelumnya, belum pernah didengar oleh telinga manusia, dan belum pernah terlintas di dalam hati manusia.” Demikianlah seharusnya orientasi kehidupan seorang muslim, menjadikan kebahagiaan akhirat sebagai puncak cita dan harapannya.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/masuk-surga-tanpa-hisab-dan-tanpa-adzab/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berdoa Di Waktu-Waktu Mustajab</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/berdoa-di-waktu-waktu-mustajab</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/berdoa-di-waktu-waktu-mustajab#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 02:42:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>

		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>

		<category><![CDATA[do'a]]></category>

		<category><![CDATA[ibadah]]></category>

		<category><![CDATA[waktu do'a mustajab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[
<p style="text-align: justify;">Sungguh berbeda Allah <em>Subhanahu Wa Ta'ala</em> dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah <em>Ta'ala</em> mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair: “Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah”. Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi 'bonus' berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah <em>Ta'ala</em> berfirman dalam sebuah hadits qudsi: “<em>Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu”</em> (HR. At Tirmidzi, ia berkata: 'Hadits hasan shahih')</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/berdoa-di-waktu-waktu-mustajab/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuan Utama Dakwah Setan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tujuan-utama-dakwah-setan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tujuan-utama-dakwah-setan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 22:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VI]]></category>

		<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<category><![CDATA[setan]]></category>

		<category><![CDATA[syirik]]></category>

		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di antara bentuk dosa yang dilalaikan dan dipandang remeh oleh kaum muslimin adalah dosa kesyirikan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan sedikit tentang bahaya syirik. Semoga dengan pembahasan ini dapat mengubah pandangan kita selama ini tentang bahaya kesyirikan yang mungkin belum kita ketahui.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tujuan-utama-dakwah-setan/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Salahkan Bulan Suro</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/jangan-salahkan-bulan-suro</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/jangan-salahkan-bulan-suro#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 22:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>

		<category><![CDATA[muharram]]></category>

		<category><![CDATA[puasa 'asyura]]></category>

		<category><![CDATA[suro]]></category>

		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bulan Suro –yang dalam Islam dikenal dengan bulan Muharram- terkenal sakral dan penuh mistik di kalangan sebagian orang. Saking sakralnya berbagai keyakinan keliru bermunculan pada bulan ini. Berbagai ritual yang berbau syirik pun tak tertinggalan dihidupkan di bulan ini. Bulan Muharram dalam Islam sungguh adalah bulan yang mulia. Namun kenapa mesti dinodai dengan hal-hal semacam itu?</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/jangan-salahkan-bulan-suro/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
