<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buletin At-Tauhid &#187; Tazkiyatun Nufus</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/category/tazkiyatun-nufus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 22:41:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Buah dari Tawakkal</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/buah-dari-tawakkal</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/buah-dari-tawakkal#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 21:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[berserah diri]]></category>
		<category><![CDATA[tawakkal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Barangsiapa yang menyandarkan urusannya pada Allah, hanya menyandarkan kepada Allah semata, ia pun mengakui bahwa tidak ada yang bisa mendatangkan kebaikan dan menghilangkan bahaya selain Allah, maka sebagaimana dalam ayat dikatakan, “<em>Allah-lah yang akan mencukupinya</em>.” Yaitu Allah menyelamatkannya dari berbagai bahaya. Karena yang namanya balasan sesuai dengan amal perbuatan. Ketika seseorang bertawakkal pada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, Allah pun membalasnya dengan mencukupinya, yaitu memudahkan urusannya. Allah yang akan memudahkan urusannya dan tidak menyandarkan pada selain-Nya. Inilah sebesar-besarnya buah tawakkal.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/buah-dari-tawakkal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sabar, Syukur, dan Istighfar</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/sabar-syukur-dan-istighfar</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/sabar-syukur-dan-istighfar#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 23:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[istighfar]]></category>
		<category><![CDATA[kunci kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam kitab “<em>Ats-Tsiqat</em>” kisah ini. Dia adalah imam besar, Abu Qilabah Al-Jarmy Abdullah bin Yazid dan termasuk diantara tabi'in yang meriwayatkan dari sahabat Anas bin malik. Kisah ini diriwayatkan dari seorang mujahid yang bertugas di daerah perbatasan (<em>ribath</em>), Abdullah bin Muhammad, beliau menuturkan:</p>
<p style="text-align: justify;">Saya keluar untuk menjaga perbatasan di Uraisy Mesir. Ketika aku berjalan, aku melewati sebuah perkemahan dan aku mendengar seseorang berdoa, <em>“Ya Allah, anugerahkan aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai. Dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shalih.”</em> (Doa beliau ini merupakan kutipan dari firman Allah di surat An-Naml, ayat 19).</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/sabar-syukur-dan-istighfar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya Riya</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/bahaya-riya</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/bahaya-riya#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 00:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya riya']]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[riya']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=952</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Para pembaca <em>rahimakumullah</em>, telah diketahui bahwa seluruh ibadah dalam agama Islam ini haruslah dilandasi dengan keikhlasan kepada Allah<em> ta’ala</em>. Dengan keikhlasan, seorang mukmin akan dapat meraih derajat mulia di sisi Allah <em>ta’ala</em>, bahkan Iblis tidak akan sanggup untuk menyesatkannya. Namun, apakah kita telah paham akan makna keikhlasan, sementara generasi terbaik umat ini merasakan betapa beratnya mewujudkan keikhlasan dalam ibadah mereka.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/bahaya-riya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lezatnya Ketaatan yang Dipertanyakan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/lezatnya-ketaatan-yang-dipertanyakan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/lezatnya-ketaatan-yang-dipertanyakan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 04:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[cinta dunia]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Banyak orang mengira bahwa menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya merupakan sebuah upaya yang sama sekali tidak menyenangkan, apalah lagi mendatangkan kelezatan. Namun, sebenarnya hal ini adalah sebuah perkara yang sudah dijelaskan oleh agama. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Akan merasakan manisnya iman, orang yang merasa ridha Allah sebagai rabbnya, islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai rasulnya.”</em> (HR. Muslim). Jelas sekali dari hadits yang mulia ini bahwa dengan sebab ketaatan seorang hamba akan bisa merasakan kenikmatan berupa manisnya keimanan.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/lezatnya-ketaatan-yang-dipertanyakan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lailatul Qadar</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/malam-lailatul-qadar</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/malam-lailatul-qadar#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 22:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[lailatul qadar]]></category>
		<category><![CDATA[malam lailatul qadar]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=934</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Allah <em>ta'ala</em> berfirman: <em>"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan ijin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar."</em> (QS. Al Qadr: 1-5).</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/malam-lailatul-qadar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Menghadapi Kematian</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/renungan-menghadapi-kematian</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/renungan-menghadapi-kematian#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 03:17:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Betapa banyak berita kematian yang sampai di telinga kita, mungkin mengkhabarkan bahwa tetangga kita, kerabat kita, saudara kita atau teman kita telah meninggal dunia, menghadap Allah <em>Ta’ala</em>. Akan tetapi betapa sedikit dari diri kita yang mampu mengambil pelajaran dari kenyataan tersebut. Saudaraku, kita tidak memungkiri bahwa datangnya kematian itu adalah pasti. Tidak ada manusia yang hidup abadi. Realita telah membuktikannya. Allah <em>Ta’ala</em> telah berfirman.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Setiap jiwa pasti akan mengalami kematian, dan kelak pada hari kiamat saja lah balasan atas pahalamu akan disempurnakan, barang siapa yang dijauhkan oleh Allah Ta’ala dari neraka dan dimasukkan oleh Allah Ta’ala ke dalam surga, sungguh dia adalah orang yang beruntung (sukses).” (QS. Ali Imran : 185)</em></p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/renungan-menghadapi-kematian/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta, Harap dan Takut</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/cinta-harap-dan-takut</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/cinta-harap-dan-takut#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 May 2011 04:46:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[harap]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Ibadah merupakan perkara agung yang diperintahkan Allah Ta’ala kepada setiap makhluknya. Karena tujuan utama dibalik penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah...</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ibadah sendiri tidaklah terbatas pada amalan fisik atau yang tampak semata sebagaimana shalat, zakat, puasa, haji, dll. Akan tetapi ibadah juga menyangkut amalan amalan batin seperti berharap, takut, tawakkal, nadzar, benci, cinta, dll. Karena definisi ibadah sendiri adalah segala hal yang Allah <em>Ta’ala</em> cintai dan sukai baik dalam bentuk perkataan maupun amal perbuatan yang bersifat fisik/lahir maupun non-fisik/batin</p>
<p style="text-align: justify;">Ibadah juga haruslah (1) diniatkan ikhlas kepada Allah saja dan (2) sesuai dengan yang rasulullah <em>shallallahu‘alaihi wa sallam</em> contohkan. Keikhlasan itu sendiri akan terwujud dengan sempurna apabila ditopang oleh 3 pilar penting, yaitu cinta, harap dan takut.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/cinta-harap-dan-takut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

