<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buletin At-Tauhid &#187; At Tauhid Tahun V</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/category/at-tauhid-tahun-v/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 22:41:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Jangan Salahkan Bulan Suro</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/jangan-salahkan-bulan-suro</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/jangan-salahkan-bulan-suro#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 22:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[muharram]]></category>
		<category><![CDATA[puasa 'asyura]]></category>
		<category><![CDATA[suro]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bulan Suro –yang dalam Islam dikenal dengan bulan Muharram- terkenal sakral dan penuh mistik di kalangan sebagian orang. Saking sakralnya berbagai keyakinan keliru bermunculan pada bulan ini. Berbagai ritual yang berbau syirik pun tak tertinggalan dihidupkan di bulan ini. Bulan Muharram dalam Islam sungguh adalah bulan yang mulia. Namun kenapa mesti dinodai dengan hal-hal semacam itu?</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/jangan-salahkan-bulan-suro/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengucapkan Selamat Natal Dianggap Berbuat Baik</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 22:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[ihsan]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[selamat natal]]></category>
		<category><![CDATA[wala']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebagian orang beralasan bolehnya mengucapkan selamat natal pada orang nashrani karena dianggap sebagai bentuk <em>ihsan</em> (berbuat baik). Dalil yang mereka bawakan adalah firman Allah <em>Ta’ala </em>(yang artinya), “<em>Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.</em>” (QS. Al Mumtahanah: 8). Inilah di antara alasan untuk melegalkan mengucapkan selamat natal pada orang nashrani. Mereka memang membawakan dalil, namun apakah pemahaman yang mereka utarakan itu membenarkan mengucapkan selamat natal? Temukan jawabannya pada pembahasan berikut.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Balik Musibah</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-balik-musibah</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-balik-musibah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 22:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah <em>Ta’ala</em>, musibah merupakan suatu kata yang tak jarang kita dengar bahkan telah akrab di telinga kita dalam beberapa tahun terakhir ini terutama di bumi pertiwi. Musibah tersebut berupa gempa bumi, tanah longsor dan lain-lain. Banyak pihak yang mengklaim bahwa musibah ini terjadi karena adanya ini dan itu. Datang orang lain lagi yang mengklaim karena ini dan itu, begitu seterusnya. Namun bagaimanakah Islam memandang musibah, apa penyebabnya dan apa obatnya serta apa hikmahnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kesempatan kali ini marilah kita pelajari sekelumit dari sebab-sebab musibah tersebut, apa obatnya dan hikmahnya sehingga kita menyembuhkan penyakit yang ada dengan merealisasikan obatnya  dan mengambil pelajaran darinya dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian apa yang insya Allah akan kami paparkan di sini hanya sekelumit dan tidak lain hanya merupakan upaya untuk mengingatkan diri kita semua.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/di-balik-musibah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Kaprah Memaknai Islam Sebagai Rahmatan Lil &#8216;Alamin</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/salah-kaprah-memaknai-islam-sebagai-rahmatan-lil-alamin</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/salah-kaprah-memaknai-islam-sebagai-rahmatan-lil-alamin#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 22:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[rahmatan lil 'alamin]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Benar bahwa Islam adalah agama yang <em>rahmatan lil 'alamin</em>. Namun banyak orang menyimpangkan pernyataan ini kepada pemahaman-pemahaman yang salah kaprah. Sehingga menimbulkan banyak kesalahan dalam praktek beragama bahkan dalam hal yang sangat fundamental, yaitu dalam masalah aqidah. Pernyataan  bahwa Islam adalah agamanya yang <em>rahmatan lil 'alamin </em>sebenarnya adalah kesimpulan dari firman Allah <em>Ta'ala</em>:<em> “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan rahmatan lil 'alamin (sebagai rahmat bagi seluruh manusia)”</em> (QS. Al Anbiya: 107). Nabi Muhammad <em>Shallallahu'alaihi Wasallam</em> diutus dengan membawa ajaran Islam, maka Islam adalah <em>rahmatan lil'alamin</em>, Islam adalah rahmat bagi seluruh manusia.</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/salah-kaprah-memaknai-islam-sebagai-rahmatan-lil-alamin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prediksi Kiamat 2012, Benarkah?</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/prediksi-kiamat-2012-benarkah</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/prediksi-kiamat-2012-benarkah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 22:49:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[dukun]]></category>
		<category><![CDATA[hari kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat 2012]]></category>
		<category><![CDATA[ramalan]]></category>
		<category><![CDATA[tanda-tanda kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sudah sejak dua tahun yang lalu isu kiamat ini muncul. Apalagi belakangan ini semakin mencuat karena boomingnya film yang menceritakan ramalan tersebut. Mereka yang percaya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012, mendasarkan kepercayaan mereka pada kalender yang dibuat oleh suku Maya, yang ditemukan di reruntuhan di Meksiko. Masyarakat Maya Kuno, yang dikenal maju ilmu matematika dan astronominya, mengikuti “perhitungan panjang” kalender yang mencapai 5126 tahun. Apakah betul prediksi kiamat 2012? Apakah ada yang tahu kapan terjadinya kiamat?</p>
]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/prediksi-kiamat-2012-benarkah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meraih Limpahan Pahala di Awal Dzulhijah</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/meraih-limpahan-pahala-di-awal-dzulhijah</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/meraih-limpahan-pahala-di-awal-dzulhijah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 22:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[dzulhijah]]></category>
		<category><![CDATA[hari arofah]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan bulan dzulhijah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa arofah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Alhamdulillah</em>, Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> masih memberikan kita berbagai macam nikmat, kita pun diberi anugerah akan berjumpa dengan bulan Dzulhijah. Berikut kami akan menjelasakan keutamaan beramal di awal bulan Dzulhijah dan apa saja amalan yang dianjurkan ketika itu. Semoga bermanfaat.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/meraih-limpahan-pahala-di-awal-dzulhijah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fiqh Qurban (2)</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/fiqh-qurban-2</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/fiqh-qurban-2#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 02:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[At Tauhid Tahun V]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[hewan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[qurban]]></category>
		<category><![CDATA[tata cara qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=458</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pembaca Buletin At Tauhid yang semoga dirahmati oleh Allah. Pada edisi kali ini, kita akan  membahas lanjutan dari pembahasan fiqih qurban pada edisi yang lalu. Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dimudahkan dalam beramal sholeh. Hendaknya hewan yang diqurbankan adalah hewan yang gemuk dan sempurna. Abu Umamah bin Sahl mengatakan, ”Dahulu kami di Madinah biasa memilih hewan yang gemuk dalam berqurban. Dan memang kebiasaan kaum muslimin ketika itu adalah berqurban dengan hewan yang gemuk-gemuk.” (HR. Bukhari secara <em>mu’allaq</em> namun secara tegas dan di<em>maushul</em>kan oleh Abu Nu’aim dalam Al Mustakhraj, sanadnya hasan). Di antara ketiga jenis hewan qurban maka menurut mayoritas ulama yang paling utama adalah berqurban dengan onta, kemudian sapi kemudian kambing, jika biaya pengadaan masing-masing ditanggung satu orang (bukan urunan).</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/fiqih/fiqh-qurban-2/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

