<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Buletin At-Tauhid &#187; Aqidah</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/category/aqidah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 22:41:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Mengimani Para Utusan Allah</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengimani-para-utusan-allah</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengimani-para-utusan-allah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 22:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VIII]]></category>
		<category><![CDATA[iman kepada rasul]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=1018</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terdapat banyak dalil yang menunjukkan wajibnya beriman kepada para rasul, di antaranya adalah firman Allah (yang artinya): “<em>Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kiamat, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi</em>” (QS.Al Baqarah: 177). Dan juga firman Allah (yang artinya): “<em>Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya (mereka mengatakan): ’Kita tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang  lain) dan rasul-rasul-Nya’, dan mereka mengatakan “Kami dengar dan kami taat…</em>” (QS. Al Baqarah: 285)</p>
<p style="text-align: justify;">Pada ayat-ayat di atas Allah <em>Ta’ala</em> menggabungkan antara keimanan kepada para rasul dengan keimanan terhadap diri-Nya, malaikat-malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya. Allah menghukumi kafir orang yang membedakan antara keimanan kepada Allah dan para rasul, mereka iman terhadap sebagian tetapi kafir tehadap sebagian yang lain (<em>Al Irsyaad ilaa Shahiihil I’tiqaad</em> hal. 146)</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengimani-para-utusan-allah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Syirik Ashgar</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengenal-syirik-ashgar</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengenal-syirik-ashgar#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 23:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VIII]]></category>
		<category><![CDATA[riya']]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[syirik asghar]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=1014</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di menjelaskan, “Dan tidak ada perbuatan yang lebih jelek dan lebih jahat daripada seorang yang menyamakan Allah, Raja yang menjaga seluruh makhlukNya dengan makhluk yang berasal dari tanah. Menyamakan Allah yang mengatur segala urusan dengan makhluk yang tidak mengatur urusan sama sekali. Menyamakan Allah yang Maha sempurna dan Maha kaya dengan makhluk yang penuh kekurangan dan miskin dari segala sisi. Menyamakan Allah yang memberikan semua nikmat, baik berupa agama dan dunia, dengan makhluk yang tidak bisa memberikan nikmat walaupun sebesar dzarrah. Maka kedzaliman mana lagi yang lebih besar daripada perbuatan syirik?” <em>(Taisir Karimirrahman, tafsir surat Luqman ayat 13)</em></p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengenal-syirik-ashgar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Syirik Akbar</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tentang-syirik-akbar</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tentang-syirik-akbar#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 02:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VIII]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[syirik akbar]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=1008</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Syirik adalah lawan dari tauhid. Jika yang dimaksud dengan tauhid adalah mengesakan dan mengkhususkan Allah dalam  perbuatanNya (<em>rububiyah</em>), dalam hal ibadah (<em>uluhiyah</em>), dan dalam hal nama dan sifatNya (<em>asma’ wa sifat</em>), maka syirik adalah kebalikannya, yaitu menyekutukan Allah dalam hal yang sebenarnya menjadi kekhususan bagi Allah, baik dalam perbuatanNya (<em>rububiyah</em>), dalam hal ibadah (<em>uluhiyah</em>), atau dalam hal nama dan sifatNya (<em>asma’ wa sifat</em>).</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tentang-syirik-akbar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Surga</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/kunci-surga</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/kunci-surga#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 23:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VIII]]></category>
		<category><![CDATA[kunci surga]]></category>
		<category><![CDATA[laa ilaha illallah]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Tidak ada kalimat yang lebih agung, lebih menggetarkan hati, dan lebih berpengaruh bagi jiwa daripada kalimat tauhid. Kalimat itulah yang menjadi kunci surga, pondasi agama, pembatas antara kebahagiaan dan kesengsaraan serta kemuliaan dan kehinaan. Laa ilaaha illallah adalah rukun Islam yang pertama, cabang iman yang tertinggi, kewajiban pertama dan terakhir manusia. Kenalilah maknanya, amalkanlah konsekuensinya, dan berpegang teguhlah di atasnya hingga mati, itulah jalan menuju kebahagiaan abadi.</em></p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/kunci-surga/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Interaksi dengan Non Muslim</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/interaksi-dengan-non-muslim</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/interaksi-dengan-non-muslim#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 23:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[bara']]></category>
		<category><![CDATA[non muslim]]></category>
		<category><![CDATA[wara']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=991</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah kami membahas berkenaan dengan ucapan selamat natal, agar tidak disalahpahami, sekarang kami akan utarakan beberapa hal yang mestinya diketahui bahwa hal-hal ini tidak termasuk loyal (<em>wala’</em>) pada orang kafir. Dalam penjelasan kali ini akan dijelaskan bahwa ada sebagian bentuk muamalah dengan mereka yang hukumnya wajib, ada yang sunnah dan ada yang cuma sekedar dibolehkan.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/interaksi-dengan-non-muslim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Larangan Loyal dengan Orang Kafir</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/larangan-loyal-dengan-orang-kafir</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/larangan-loyal-dengan-orang-kafir#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 22:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[bara']]></category>
		<category><![CDATA[loyal]]></category>
		<category><![CDATA[wala']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=989</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jangan loyal pada orang kafir, demikianlah keyakinan yang mesti dimiliki setiap muslim. Namun apa yang dimaksud loyal dan dalil larangannya, insya Allah akan dikaji dalam artikel berikut ini. Semoga Allah memberi hidayah untuk memahaminya. Allah <em>subhanahu wa ta'ala</em> telah melarang untuk melakukan sikap <em>muwalah</em> (cinta, loyalitas) terhadap kaum Yahudi dan Nasrani, dan kaum musyrikin di banyak tempat dalam Al Qur'an. Demikian pula bahwa sikap tersebut dapat membatalkan keimanan kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, hari akhir, dan bahwa sikap tersebut merupakan sebab fitnah dan kerusakan di muka bumi.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/larangan-loyal-dengan-orang-kafir/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Kebangkitan</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/hari-kebangkitan</link>
		<comments>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/hari-kebangkitan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 21:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[At Tauhid Tahun VII]]></category>
		<category><![CDATA[hari kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[hari kiamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=976</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Segala puji hanya bagi Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaum muslimin <em>rahimakumullah, </em>Hari Kiamat pasti terjadi, akan tetapi tidak ada seorang manusia maupun Malaikat yang tahu kapan terjadinya. Itulah keyakinan yang harus tertanam kuat dalam hati setiap muslim. Manusia yang paling mulia dan paling dekat dengan Allah <em>Ta’ala, </em>yakni Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </em>tidak mengetahui kapan terjadinya. Demikian pula Malaikat yang paling mulia dan paling dekat dengan Allah<em> Ta’ala, </em>yakni Malaikat Jibril <em>‘alaihis salam, </em>tidak mengetahuinya.</p>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/hari-kebangkitan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

