<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mengucapkan Selamat Natal Dianggap Berbuat Baik</title>
	<atom:link href="http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik</link>
	<description>Memurnikan Aqidah, Menebarkan Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 05:31:19 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: Hukum Mengucapkan Selamat Natal</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik/comment-page-1#comment-2391</link>
		<dc:creator>Hukum Mengucapkan Selamat Natal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 21:34:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=508#comment-2391</guid>
		<description>[...] http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] <a href="http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik" rel="nofollow">http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Media Islam &#171; Haram Hukumnya Mengucapkan Selamat Natal</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik/comment-page-1#comment-2189</link>
		<dc:creator>Media Islam &#171; Haram Hukumnya Mengucapkan Selamat Natal</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Dec 2010 02:02:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=508#comment-2189</guid>
		<description>[...] http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] <a href="http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik" rel="nofollow">http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: A Nizami</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik/comment-page-1#comment-2171</link>
		<dc:creator>A Nizami</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Dec 2010 07:03:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=508#comment-2171</guid>
		<description>Nabi dan para sahabat tak pernah mengucapkan Selamat Natal. Para imam Madzhab sepakat mengharamkan ucapan selamat Natal.

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]

“Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).

Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam hal kebaikan. Sebaliknya Allah melarang keras tolong-menolong dalam hal kejahatan. Dari hadits tentang riba dan arak kita tahu dosanya mengenai bukan cuma pelaku riba atau peminum arak. Tapi siapa pun yang terlibat termasuk saksi atau pun yang cuma mengantarkan minuman. Demikian pula untuk dosa lain seperti Syirik.

Nah kita tahu bahwa pada hari Natal, ummat Kristen merayakan hari lahir Yesus yang mereka anggap Tuhan mereka. Tuhan Anak! Itu adalah dosa syirik. Dan syirik itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni. Nah jika terhadap dosa yang lebih kecil seperti Riba dan Minum Arak saja kita dilarang turut membantu, bagaimana dengan mengucapkan “Selamat Natal” yang merupakan satu doa kepada orang yang tengah merayakan kemusyrikan?

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” [An Nisaa’ 171]

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” [Al Maa-idah 73]

Hendaknya kita begitu. Silahkan baca dalil selengkapnya di:
http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nabi dan para sahabat tak pernah mengucapkan Selamat Natal. Para imam Madzhab sepakat mengharamkan ucapan selamat Natal.</p>
<p>“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]</p>
<p>“Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)</p>
<p>Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).</p>
<p>Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam hal kebaikan. Sebaliknya Allah melarang keras tolong-menolong dalam hal kejahatan. Dari hadits tentang riba dan arak kita tahu dosanya mengenai bukan cuma pelaku riba atau peminum arak. Tapi siapa pun yang terlibat termasuk saksi atau pun yang cuma mengantarkan minuman. Demikian pula untuk dosa lain seperti Syirik.</p>
<p>Nah kita tahu bahwa pada hari Natal, ummat Kristen merayakan hari lahir Yesus yang mereka anggap Tuhan mereka. Tuhan Anak! Itu adalah dosa syirik. Dan syirik itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni. Nah jika terhadap dosa yang lebih kecil seperti Riba dan Minum Arak saja kita dilarang turut membantu, bagaimana dengan mengucapkan “Selamat Natal” yang merupakan satu doa kepada orang yang tengah merayakan kemusyrikan?</p>
<p>“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” [An Nisaa’ 171]</p>
<p>“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” [Al Maa-idah 73]</p>
<p>Hendaknya kita begitu. Silahkan baca dalil selengkapnya di:<br />
<a href="http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal" rel="nofollow">http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lia setianingsih</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik/comment-page-1#comment-1621</link>
		<dc:creator>lia setianingsih</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 04:49:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=508#comment-1621</guid>
		<description>afwan sebelumnya, 
menurut pendapat saya secara pribadi, saya lebih setuju pendapat Ibnu Qoyyim, yakni mengharamkannya... seberapapun toleransi dalam beragama tetap ada batasan-batasannya.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>afwan sebelumnya,<br />
menurut pendapat saya secara pribadi, saya lebih setuju pendapat Ibnu Qoyyim, yakni mengharamkannya&#8230; seberapapun toleransi dalam beragama tetap ada batasan-batasannya&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dinar</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik/comment-page-1#comment-1266</link>
		<dc:creator>Dinar</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 10:36:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=508#comment-1266</guid>
		<description>Ana izin copy artikelnya, buat diposting di milist, Jazakumullaah Khoiron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ana izin copy artikelnya, buat diposting di milist, Jazakumullaah Khoiron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abduh</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik/comment-page-1#comment-1262</link>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 21:38:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=508#comment-1262</guid>
		<description>Juga silakan lihat fatwa ulama mengenai haramnya mengucapkan selamat natal dan hal2 yg terkait acara natal di sini:

http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2825-bolehkah-seorang-muslim-mengucapkan-selamat-natal.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Juga silakan lihat fatwa ulama mengenai haramnya mengucapkan selamat natal dan hal2 yg terkait acara natal di sini:</p>
<p><a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2825-bolehkah-seorang-muslim-mengucapkan-selamat-natal.html" rel="nofollow">http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2825-bolehkah-seorang-muslim-mengucapkan-selamat-natal.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abduh</title>
		<link>http://buletin.muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-berbuat-baik/comment-page-1#comment-1261</link>
		<dc:creator>abduh</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 21:36:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://buletin.muslim.or.id/?p=508#comment-1261</guid>
		<description>@ All
Silakan lihat pembahasan lebih lengkap mengenai hal ini di sini:

http://muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.html

Jazakumullah khoiron.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ All<br />
Silakan lihat pembahasan lebih lengkap mengenai hal ini di sini:</p>
<p><a href="http://muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.html" rel="nofollow">http://muslim.or.id/aqidah/mengucapkan-selamat-natal-dianggap-amalan-baik.html</a></p>
<p>Jazakumullah khoiron.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

